(pelitaekspres.com) – CANDIPURO- Warga mempertanyakan buruknya kualitas Pekerjaan Rekontruksi jalan Ruas Way Gelam – Balinuraga (R.103) Way Panji yang berpotensi Ambyar, Minggu (25/10/2026).
Proyek senilai Rp. 1.987.842, 271 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 Kabupaten Lampung Selatan ini diduga dikerjakan asal-asalan yang jauh dari Ekspektasi warga dan penguna jalan.
Dari papan proyek dilokasi tertulis penyedia jasa yakni CV Dwi Baskoro. Bos atau Perwakilan selama pelaksanaan kegiatan tak pernah terlihat dilokasi, sehingga warga masyarakat atau rekan-rekan awak median mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi.
Para pekerja yang bertugas dilapangan saat diajak ngobrol minta informasi bungkam seribu bahasa. Ada satu pekerja ngeletuk,
” Maaf pak kami hanya kuli yang bekerj sesuai petunjuk atau arahan dari Bos, ” ucap pekerja yang enggan disebut namanya ini.
Salah satu aktivis kecamatan Candipuro yang datang dan melihat langsung hasil pekerjaan pengecoran rekontruksi ruas jalan Way Gelam-Balinuraga, Rohmat (36) menyatakan kekecewaanya atas kualitas pekerjaan Rekontruksi yang dikerjakan oleh CV Dwi Baskoro ini. Menurutnya pembangunan ruas jalan Way Gelam-Balinuraga Way Panji ini adalah harapan yang sudah lama ditungu-tunggu oleh warga khususnya para petani.
Seperti diketahui bahwa disepanjang ruas jalan ini adalah hamparan sawah, sehingga ruas jalan ini sangat Vital khususnya saat musim panen dan musim tanam. Namun dengan kondisi kulaitas seperti ini pihaknya ragu karena kualitasnya tidak sesuai harapan. Puluhan titik terlihat pecah seribu, bahkan ada yang patah. Sehingga sangat berpotensi akan cepat alami kerusakan.
Oleh karena itu pihaknya berharap Kadis PUPR dan Bupati lamsel segera mengambil langkah tegas. Agar anggaran Milyaran rupiah ini bermanfaat bagi rakyatnya khususnya para petani, ” tukas Rohmat.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Riadi (48) menjelaskan bahwa pengecoran ruas jalan ini gbaru benerapa hari saja dilakukan, tetapi sudah terlihat banyak yang retak, bahkan menganga. Sehingga berpotensi akan hancur alias Ambyar akibat kualitasnya yang tidak bagus.
Padahal seperti diketahui bahwa ruas jalan ini sangat vital karena menghubungkan antar kecamatan Candipuro-Kecamatah Way Panji danenjadi harapan warga khususnya para petani.
Namun dengan kondisi kualitas yang dilakukan oleh rekanan kurang baik, warga sangat kecewa dan meminta para pengambil kebijakan atau Instansi terkait bertindak cepat dan tegas kepada penyedia/rekanan yang mengerjakan pekerjaan ini,
” Dari pantauan kami, ditemukan sebanyak 20 titik yang alami pecah seribu bahkan patah, ”
Sehingga Dinas terkait segera lakukan tindakan tegas kepada para penyedia jawa dalam pekerjaan ruas Jalan Way Gelam-Balinuraga ini, ” pungkas S. Riadi. (Cak Ton)

