(pelitaekspres.com) –METRO – Berkendara offroad menggunakan sepeda motor jenis trail sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kalangan. Dilakukan untuk menjelajah keindahan alam Indonesia dan mencari pengalaman. Namun medan jalan yang menantang membuat banyak pengendara wajib mengetahui teknik aman dan nyaman.

”Kontur jalan naik-turun dengan permukaan trek yang tak menentu, menjadi tantangan tersendiri. Banyak perbedaan saat berkendara off-road dibandingkan on-road. Selain wajib menguasai teknik bersepeda motor di aneka permukaan jalan, pengendara juga harus siap menghadapi tanjakan, turunan, bahkan genangan air atau sungai yang membentang,” kata Irfan, Kepala Cabang TDM Metro.

Berikut beberapa Tips menghadapai medan offroad saat terabasan dengan motor trail :
1.Tanjakan dan Turunan

Ketika melewati jalan menurun, pengendara jangan terlalu fokus menggunakan rem depan. Postur tubuh disarankan condong ke belakang, diikuti pinggul yang ditarik ke bagian buntut sepeda motor. Kedua lutut menjepit bodi motor untuk menjaga keseimbangan.

“Postur tubuh yang condong ke belakang membantu keseimbangan, sehingga titik berat tidak pindah ke depan. Sebab bisa berpotensi roda belakang terangkat dan terguling ke depan. Upayakan turun dengan gigi rendah, tidak perlu buka gas, rileks atau santai dan mengikuti gerak ban belakang,” jelas Robby. Berbeda ketika pengendara menghadapi tanjakan. Posisi badan justru sebaliknya, yakni condong ke depan, atau bahkan berdiri (tetap condong ke depan). Hal ini untuk memberikan beban lebih ke roda bagian depan. Sehingga, ketika menanjak, titik berat tidak pindah ke belakang yang berpotensi mengakibatkan roda depan terangkat dan terguling ke belakang.

2.Genangan Air atau Sungai

Kontur area yang sering ditemui saat melakukan offroad dengan motor adalah melewati genangan air atau sungai. Kondisi ini juga membutuhkan teknik khusus. Jika berada dalam rombongan, pemimpin atau road captain (RC) disarankan untuk turun dari sepeda motor dan mengecek kondisi genangan atau sungai. “Pastikan genangan atau sungai bisa dilewati motor. Menyeberang tanpa sepeda motor sambil mengecek lintasan. Jika arus tidak terlalu kencang, boleh dilewati dengan kecepatan dan gigi rendah,” jelas Irfan.

3.Terabas Fun

Terdapat aturan tidak tertulis yang disarankan untuk dilakukan para pengendara. Pertama, pastikan membuat rencana perjalanan (persiapan, riding gear, waktu keberangkatan, lokasi istirahat, memeriksa kondisi motor). Lalu kedua, kontrol emosi. ”Sebaiknya hindari melakukan tindakan yang tidak perlu seperti geber-geber motor yang berpotensi mendapat masalah pada sepeda motor. Tindakan ekstrim juga berpotensi menyebabkan cedera. Padahal, tujuannya menikmati perjalanan dan pemandangan yang menyenangkan,” katanya.

Selanjutnya, saat berkendara bersama-sama, disarankan tidak malu untuk meminta bantuan. Saling support antar pengendara, menjaga keakraban, dan melakukan dengan kegembiraan, menjadikan aktivitas terabas semakin asyik dinikmati.

Tinggalkan Balasan