Skip to content

‎Spektakuler! 16 Model Cilik Palembang Tampil Memukau di Fashion Show Mimie Sarah Top Model 2026

PALEMBANG –‎(pelitaekspres.com/)– ‎Komitmen dalam mencetak generasi berbakat di dunia modeling anak kembali ditunjukkan oleh Mimie Sewa Baju Anak Palembang melalui gelaran fashion show bertajuk Top Model 2026. Kegiatan ini menjadi edisi kedua setelah sebelumnya sukses digelar pada tahun 2023.

‎‎Acara yang berlangsung di Internasional Plaza Mall (IP), Sabtu (4/4/2026), tersebut menghadirkan 16 model cilik terbaik yang telah diseleksi dari sekitar 800 anak pelanggan galeri dari tahun 2023 hingga Januari 2026. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan potensi, karakter, serta kemampuan modeling yang telah diamati selama ini.

‎‎Owner Mimie Sewa Baju Anak Palembang, Sarah Pebfalina M.Pd atau yang akrab disapa Mimie Sarah, menegaskan bahwa anak-anak yang tampil merupakan pilihan terbaik yang dinilai memiliki bakat menonjol di bidang modeling, khususnya di Kota Palembang.

‎‎“Seluruh peserta yang tampil hari ini adalah anak-anak terpilih. Kami melihat perkembangan dan potensi mereka, sehingga layak diberikan kesempatan untuk tampil di ajang ini,” ujarnya di sela kegiatan.

‎‎Fashion show ini menampilkan beragam kostum unik dan penuh kreativitas. Mulai dari busana bertema None Belanda, Jinny Oh Jinny, Barbie, hingga gaya kasual trendi dan tokoh pahlawan seperti Pattimura. Selain itu, karakter populer seperti Putri Salju, Moana, Kera Sakti, hingga busana khas daerah Papua dan simbol nasional burung Garuda turut memeriahkan panggung.

‎‎Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah kostum berbahan daur ulang. Plastik dan kertas bekas diolah menjadi busana artistik berbentuk burung merak dan burung garuda. Selain menampilkan nilai estetika, kostum ini juga mengandung pesan edukatif tentang pentingnya pemanfaatan limbah.

‎‎Mimie Sarah menjelaskan bahwa seluruh kostum yang diperagakan merupakan koleksi terbaru sekaligus terbaik dari galerinya. Ia mengakui bahwa proses persiapan acara tidaklah singkat.

‎‎“Persiapan acara memakan waktu sekitar enam bulan, sementara pembuatan kostum hampir satu tahun. Kami menghadapi berbagai kendala, seperti penjahit yang sakit hingga keterbatasan waktu, namun dengan kesabaran semuanya dapat diselesaikan tepat waktu,” jelasnya.

‎‎Untuk kostum kasual trendi, ia menyebut proses pembuatannya relatif lebih mudah karena sudah menjadi bagian dari desain yang kerap diproduksi.

‎‎Sementara itu, inspirasi desain secara umum diambil dari tren busana luar negeri yang kemudian dimodifikasi menjadi karya dengan ciri khas tersendiri.

‎‎“Desain kami terinspirasi dari fashion luar negeri, lalu kami kembangkan menjadi identitas khas kami,” tambahnya.

‎‎Peserta fashion show berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa sekolah modeling, peserta lomba fashion, hingga anak-anak yang belajar secara otodidak. Meski berbeda latar belakang, seluruh peserta merupakan pelanggan yang pernah menyewa kostum di galeri tersebut.

‎‎Tingginya antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai ratusan anak. Namun, hanya 16 peserta yang berhasil lolos seleksi untuk tampil di panggung.

‎‎“Antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Mereka semua ingin tampil, namun kami harus menyeleksi dari sekitar 800 anak hingga terpilih 16 model,” ungkap Mimie Sarah.

‎‎Menariknya, seluruh kostum yang dikenakan peserta ditentukan langsung oleh Mimie Sarah. Pemilihan ini didasarkan pada karakter serta kepribadian masing-masing anak yang telah ia kenali melalui video penampilan yang dikirimkan sebelumnya.

‎‎“Tidak ada satu pun yang keberatan. Justru mereka merasa senang dengan kostum yang kami pilihkan,” katanya.

‎‎Ke depan, Mimie Sarah berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas. Ia juga berencana untuk kembali menggelar ajang serupa dalam beberapa tahun mendatang sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat mereka.

‎‎“Fashion show ini menjadi sarana untuk memperkenalkan galeri kami lebih luas lagi. Harapannya, semakin banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang mengenal dan memanfaatkan layanan kami,” tutupnya.

‎‎Di tempat yang sama, suami Mimie Sarah, Achmad Syazili, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dilakukan sang istri. Menurutnya, aktivitas di dunia fashion tersebut merupakan hal positif yang mampu mengembangkan potensi kreatif.

‎‎“Saya sangat mendukung istri saya untuk terus berkreasi di dunia fashion. Ini kegiatan yang positif dan bisa mengembangkan bakat desain yang dimilikinya. Saya bangga,” ujarnya. (Ning)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan