(pelitaekspress.com) -METRO – Rekam jejak SMKN 1 Metro tak perlu diragukan lagi. Berdiri pada tanggal 1 Agustus 1965 oleh Kantor Ditjen Diknas dan Menengah Provinsi Lampung ini, telah melahirkan lulusan-lulusan berprestasi dan berpengaruh. Tak hanya itu, sebagai sekolah karakter, punya visi misi tersendiri, yaitu berbudaya, berkarakter dan berprestasi.

Kepala SMKN 1 Metro, Dra.Hj. Dwi Widyaningsih mengatakan, tumbuh karakter siswa yang baik diikuti dengan prestasi sekolah. Langkah awal yang dilakukan, membangun budaya kerja yang mendukung terbentuknya karakter siswa kemudian berdampak pada prestasi siswa,” kata  Dwi Widyaningsih kepada Media ini, Rabu (08 Juli 3020).

Lebih lanjut Dwi Widyaningsih menjelaskan, budaya kerja yang dijalankan di SMKN 1 Metro, yaitu disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas. “Kerja keras juga perlu dijadikan budaya bagi para dewan guru dan siswa. “Ada pepatah, orang sukses adalah yang bekerja di saat orang lain sedang tidur.

Itu artinya, kata Yunda Wiwik sapaan akrapnya, untuk meraih cita-cita tidakbisa diraih engan bekerja santai atau ala kadarnya, tetapi dibutuhkan kerja keras atau bekerja dengan penuh kesungguhan. Kerja keras seperti ini, tidak bisa muncul dengan tiba-tiba, tetapi butuh dilatih atau dibudayakan,” ujarnya.

Wiwik menambahkan, kerja cerdas maknanya bekerja dengan ilmu. Menurutnya, ilmu adalah imamnya amal orang. Bekerja tidak dengan ilmu, akan menghasilkan banyak kerusakan. Sedangkan orang yang bekerja dengan ilmu, maka akan bisa mengerjakan tugasnya dengan mudah dan dengan hasil yang berkualitas.

“Oleh karena itu, program peningkatan kompetensi guru peningkatan kompetensi maupun kemampuan pedagogis guru,” harapnya.

Masih di katakan Wiwik, menyingung disiplin merupakan perkara yang penting.Banyak lembaga atau perusahaan yang sukses, karena para pengelolanya adalah orang-orang yang disiplin. Dalam membangun kedisiplinan, salah satu yang dilakukan adalah dengan hadir di awal waktu, agar kegiatan pembelajaran tidak terlambat.

Apel pagi selalu dilakukan, baik oleh dewan guru maupun para siswa. Banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini, jumlah guru dan siswa mayoritas hadir lebih awal dan informasi-informasi terbaru bisa selalu disampikan dengan mudah dan cepat,” tegasnya.

Lanjut Wiwik menambahkan, optimistis membimbing peserta didik memiliki keyakinan bila mau bekerja dengan sungguh-sungguh akan memperoleh keberhasilan. “Apa yang telah dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan membawa manfaat bagi dirinya sendiri.

“Sedangkan yang dimaksud pemberani, bahwa untuk menjadi orang yang berprestasi dibutuhkan keberanian untuk mencoba dan melakukan. Kadang ada orang yang sebenarnya bisa, tetapi tidak berani maka keterampilannya menjadi tak bermanfaat. Yang diharapkan dalam mental juara ini, yaitu terbentuknya mental anak yang memiliki kesungguhan dalam belajar dan tak pernah menyerah,” tutup Wiwik. (Pur)