(pelitaekspres.com) –BAKAUHENI -Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan RKPD 2025 yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Acara yang dilaksanakan di 17 Kecamatan tersebut baru memasuki kecamatan dua yakni Kecamatan Bakauheni berlokasi di Lapangan Desa Hatta yang di buka langsung oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto.

Camat Bakauheni Furqonuddin dalam paparannya mengatakan, Kecamatan Bakauheni dengan luas wilayah 57,49Km² yang terdiri dari 6.592KK yang terbagi atas 11.603 penduduk laki-laki, 11,418 penduduk perempuan sehingga total keseluruhan mencapai 23.008 jiwa.

“Kecamatan Bakauheni memiliki 5 Desa yakni, Desa Bakauheni, Desa Kelawi, Desa Hatta, Desa Semanak dan Desa Totoharjo,” paparnya.

Lebih lanjut, Furqonuddin juga menjelaskan bahwa Kecamatan Bakauheni khusus di bidang pariwisata terdapat Desa Wisata yang mana pada tahun 2023 Desa Kelawi berhasil memboyong beberapa penghargaan bergengsi.

“Penghargaannya berupa, Juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia ( ADWI ) Kategori Desa Wisata Maju, Rekor Muri Desa Wisata Pertama Yang Memiliki Varietas Buah Alpukat serta Kategori Desa Hijau Nugraha Karya Brilian,” ucapnya lebih lanjut.

Sementara, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengapresiasi jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang mulai dari awal pelaksanaan musrenbang di 2024 untuk anggaran tahun 2025.

” Dengan pembangunan inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengikutsertakan seluruh elemen masyarakat dalam hal perencanaan pembangunan-pembangunan yang akan datang,” ucapnya.

Nanang juga menambahkan, Kecamatan Bakauheni merupakan salah satu lokasi Proyek Strategis Nasional yaitu objek wisata terpadu Bakauheni Harbour City (BHC) yang saat ini telah terbangun Menara Siger, Masjid BSI, Krakatau Park, Creative Hub serta UMKM Hub dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Maka dari itu bapak/ibu harus mempersiapkan generasi-generasi penerus kita khususnya di Kecamatan Bakauheni yang nantinya akan menghadapi dampak perubahan ekonomi dari adanya pembangunan BHC agar kelak kita tidak menjadi penonton di daerah kita sendiri,”pungkasnya.{*)