(pelitaekspres.com) -BANDARLAMPUNG – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandar Lampung memperkuat konsolidasi organisasi dengan membentuk kepengurusan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di 20 kecamatan. Pembentukan struktur yang dilaksanakan pada 4–11 Oktober 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan memperluas jangkauan pengabdian partai kepada masyarakat.
Di bawah kepemimpinan *Ketua DPC PKB Kota Bandar Lampung, dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes., dengan arahan Ketua DPW PKB Provinsi Lampung, Hj. Chusnunia Chalim, S.H., M.Si., M.Kn., Ph.D.,* pembentukan kepengurusan dilakukan secara bertahap melalui pembagian enam daerah pemilihan (dapil).
Zam Zanariah mengatakan, pembentukan kepengurusan DPAC merupakan langkah penting untuk memastikan organisasi partai hadir hingga tingkat kecamatan. Struktur tersebut diharapkan menjadi penghubung antara partai dan masyarakat sekaligus memperkuat penyerapan aspirasi warga.
“Pembentukan kepengurusan DPAC di 20 kecamatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun soliditas kader, dan memastikan PKB hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin setiap pengurus memiliki tanggung jawab serta mampu menjalankan peran organisasi secara aktif di wilayah masing-masing,” ujar Zam.
Menurut dia, penguatan struktur organisasi tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan. Setiap kader juga perlu mendapatkan pembekalan agar memahami tugas, tanggung jawab, serta nilai-nilai perjuangan partai.
Karena itu, pembentukan kepengurusan DPAC dirangkaikan dengan kegiatan **Sekolah Kader Loyalis**. Program ini diarahkan untuk membangun kader yang memiliki loyalitas, kedisiplinan, militansi, dan dedikasi dalam menjalankan tugas organisasi.
Zam menegaskan, kaderisasi menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan. Pengurus di tingkat kecamatan diharapkan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga aktif berkomunikasi dengan masyarakat serta merespons berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
“Melalui Sekolah Kader Loyalis, kami ingin para pengurus semakin memahami peran dan tanggung jawabnya. Kader harus solid, disiplin, dan memiliki komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Organisasi yang kuat harus dibangun melalui kaderisasi yang terarah dan kerja nyata,” katanya.
Dalam struktur kepengurusan yang dibentuk, setiap DPAC terdiri atas 21 orang pengurus dengan keterwakilan perempuan sebesar 35 persen. Selain itu, setiap kecamatan memiliki sembilan orang Dewan Syuro sebagai bagian dari struktur organisasi.
Keterwakilan perempuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan kepengurusan. Partisipasi perempuan diharapkan memperluas ruang kontribusi kader dalam kegiatan organisasi, pelayanan sosial, serta penyaluran aspirasi masyarakat.
Zam menyebut, keterlibatan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang inklusif dan membuka kesempatan bagi kader untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami ingin kepengurusan yang terbentuk menjadi ruang bagi seluruh kader, termasuk perempuan, untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi. Semakin banyak kader yang terlibat secara aktif, semakin luas pula ruang pengabdian yang bisa dilakukan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, keberadaan Dewan Syuro di setiap kecamatan diharapkan turut memberikan pertimbangan organisasi serta menjaga nilai-nilai perjuangan partai dalam pelaksanaan kegiatan kepengurusan.
Pembentukan kepengurusan yang dibagi dalam enam dapil dilakukan untuk menjangkau seluruh kecamatan di Kota Bandar Lampung secara bertahap dan terstruktur. Pola tersebut juga diharapkan memudahkan koordinasi antara DPC dan DPAC, sehingga komunikasi organisasi dapat berjalan lebih efektif.
Dengan terbentuknya kepengurusan di 20 kecamatan, DPC PKB Kota Bandar Lampung menargetkan penguatan koordinasi, peningkatan partisipasi kader, serta hubungan yang lebih erat dengan masyarakat.
Pengurus DPAC diharapkan mampu menjalankan fungsi organisasi secara berkelanjutan, menyerap aspirasi warga, dan mendorong keterlibatan kader dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Zam menegaskan, konsolidasi organisasi harus berlanjut pada kerja nyata dan pengabdian yang dirasakan masyarakat.
“Bagi kami, konsolidasi bukan sekadar menyusun struktur kepengurusan. Yang lebih penting adalah bagaimana struktur itu bekerja, kader bergerak, aspirasi masyarakat tersampaikan, dan kehadiran partai memberikan manfaat. Kami ingin seluruh pengurus bergerak bersama, menjaga soliditas, dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tuturnya.
Dengan terbentuknya DPAC di 20 kecamatan, DPC PKB Kota Bandar Lampung melanjutkan penguatan kelembagaan melalui kaderisasi, konsolidasi, dan perluasan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.(Red)

