BANDAR LAMPUNG -(pelitaekspres.com/)- Suasana penuh haru menyelimuti ruangan ketika Prof. Dr. H. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., menitikkan air mata saat mengenang jasa orangtua yang telah membentuk perjalanan hidupnya hingga saat ini.
Hal itu mewarnai Sidang Senat Terbuka pengukuhan Prof. Dr. H. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., di Aula Lantai 3 Gedung Alfian Husin (Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya), Senin (30/3). “Tanpa doa dan kesabaran mereka, saya tidak akan berdiri di sini,” kata Prof. Said, dengan suara bergetar, membuat hadirin ikut terhanyut dalam suasana emosional.
Dalam kesempatan itu, Prof Said juga menceritakan sejarah perjalanan hidupnya, mulai dari kecil sampai dia mampu meraih pendidikan tertinggi dalam dunia akademik hingga meraih gelar Guru Besar. Sehingga, diapun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Alfian Husin yang telah memberikan tempat untuk mengabdi dan memberikan kesempatan untuk terus menuntut ilmu.
Dia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung perjalanan akademik seseorang. “Ilmu pengetahuan harus menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar prestasi pribadi. Saya berharap generasi muda tidak melupakan jasa orangtua,” tuturnya.
Dia kemudian menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan riset Artificial Intelligence yang mendukung pembelajaran daring. “Artificial Intelligence bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan. Dengan riset yang tepat, kita dapat menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan adaptif,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, ST., MT., Ph.D., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Prof Said. “Hari ini IIB Darmajaya kembali menorehkan sejarah dengan lahirnya Guru Besar baru. Prof Said adalah sosok yang konsisten dalam penelitian dan pengabdian. Kami berharap beliau menjadi teladan bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya.
Pengukuhan yang dipimpin Ketua Senat Dr. Ir. H. Firmansyah Y Alfian, M.Sc., Abdul Aziz menambahkan bahwa kehadiran Guru Besar baru akan memperkuat posisi kampus di kancah akademik nasional maupun internasional. “Guru Besar adalah puncak karier akademik. Prof Said telah membuktikan komitmennya dalam riset dan pengabdian, dan ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” kata Firmansyah.
Mewakili Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., MBA., Ketua Dewan Pembina Yayasan, Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tersebut. “Kami bangga IIB Darmajaya memiliki Guru Besar yang akan memperkuat reputasi kampus. Semoga Prof Said terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Artificial Intelligence,” kata Andi Desfiandi.
Sedangkan Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, mengatakan bahwa pengukuhan Guru Besar hari ini menunjukkan bahwa IIB Darmajaya mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain. Guru Besar adalah aset bangsa, dan Prof Said diharapkan dapat terus menghasilkan karya-karya akademik yang bermanfaat,” jelasnya.
Prof. Iskhaq menegaskan bahwa guru besar harus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak. Hal ini sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang bertujuan menjadikan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat. (**)

Leave a comment