(pelitaekspres.com) -BANDAR LAMPUNG – Polresta Bandar Lampung menerima kunjungan Tim Puslitbang Polri, dalam rangka penelitian dan supervisi tentang Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun Anggaran 2024, bertempat di Aula Wira Satya Polresta Bandar Lampung, Senin (01/04/2024) pagi.

Program kedelapan dari enam belas program prioritas Kapolri menyebutkan bahwa “pemulihan ekonomi nasional”, merupakan program yang menjadi target kehadiran peran Polri di tengah masyarakat.

Secara kasat mata ada hal yang berbeda ataupun rancu, antara peran Polri dengan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini dapat dipahami dan dapat dinarasikan korelasinya melalui pendekatan ilmu kepolisian. Ketika tugas pokok Polri telah hadir dan dirasakan oleh masyarakat, yaitu [terwujudnya Kamtibmas kondusif, terwujudnya penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan, serta terwujudnya masyarakat yang terlindungi, terayomi dan terlayani dengan baik.

Kedatangan Kepala Puslitbang Polri Brigjen Pol Drs. Iswyoto Agoeng Lesmana Doeta, M.Si., selaku Ketua Tim Supervisi, beserta Tim Peneliti diketuai oleh Kombes Pol Dr. Endro Sulaksono, dan didampingi tiga anggota yaitu AKBP Widi Setiawan, S.I.K., M.I.K., Iptu Rizki Saputra, S.Stat., dan Bapak Pihri Buhaerah, S.E., MIDEc., (Konsultan BRIN) disambut hangat oleh Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., di Koridor Mapolresta Bandar Lampung.

Penelitian ini menyasar pada dua pertanyaan penelitian. Pertanyaan pertama adalah bagaimana tantangan dan upaya Polri dalam mendukung pemulihan dan percepatan ekonomi nasional. Sedangkan pertanyaan kedua adalah sejauh mana pengaruh pemulihan dan percepatan ekonomi nasional terhadap stabilitas Kamtibmas.

Kedua pertanyaan ini dieksplorasi melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menjawabnya. Secara kuantitatif, memanfaatkan teknik analytical hierarchy process melalui sebaran questioner.

Sedangkan secara kualitatif, memanfaatkan focuss group discussion yang nantinya dianalisis melalui reduksi data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan.

Narasumber internal Polri berasal dari pengemban fungsi operasional yaitu Intelkam, Reskrim, Binmas, Lantas, dan Sabhara yang memiliki keberagaman tugas di bidang preemtif, preventif, dan represif.

Sementara narasumber dari eksternal Polri berasal dari keterwakilan pejabat Pemerintah Daerah, pelaku bisnis atau usaha, dan tokoh masyarakat, yang telah merasakan langsung kehadiran peran Polri dalam melakukan aktivitasnya guna mendukung pemulihan dan percepatan ekonomi.

Pada akhirnya, penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa, Polri memiliki peran aktif dalam pemulihan dan percepatan ekonomi nasional sebagai amanah program kedelapan dari enam belas program prioritas Kapolri.

Selain itu, Peran Polri menjadi  best practices dan best experience bagi tugas polisi di dalam dan luar negeri. Namun, ketika terdapat temuan kehadiran Polri belum maksimal, maka dirumuskan rekomendasi strategis untuk meningkatkan peran Polri di masa mendatang.(*)