Skip to content

Klarifikasi Terbuka, Kepala Pekon Blitarejo Bantah Tudingan Selewengkan Dana Desa

(pelitaekspres.com) –PRINGSEWU- Kepala Pekon Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Prayitno, S.E., http://M.Pd., C.L.E. mengambil langkah tegas dan transparan terkait pemberitaan salah satu media yang menuding dirinya terlibat penyalahgunaan Dana Desa.

Merasa pemberitaan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai fakta, Prayitno langsung mengumpulkan seluruh aparatur pekon, perangkat pekon, BHP, Karang Taruna, hingga TPK dan warga di Balai Pekon Blitarejo pada Senin (02/11/2026).

Tak hanya internal, ia juga secara resmi mengundang wartawan penulis berita tersebut untuk hadir dan melakukan klarifikasi secara terbuka, agar mendengar langsung penjelasan dari perangkat terkait seluruh pekerjaan fisik dan pemberdayaan di Pekon Blitarejo. Sangat disayangkan wartawan penulis berita tersebut tidak hadir.

Untuk menjaga transparansi, beberapa rekan media lain juga turut diundang untuk menyaksikan langsung klarifikasi tersebut.

Dalam acara klarifikasi tersebut, seluruh pihak terkait juga menjelaskan rincian satu per satu terkait poin-poin pemberitaan yang beredar, mulai dari rincian pekerjaan fisik, RAB, realisasi anggaran, hingga program pemberdayaan. Penjelasan disampaikan secara terbuka oleh TPK, Kaur Pembangunan, BHP, Karang taruna , Guru2 ngaji, Warganya dan pihak yang  terkait. Acara  dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dan rekan-rekan media yang hadir.

Menanggapi hal itu, Prayitno menegaskan bahwa pemberitaan tersebut sangat merugikan nama baik pekon dan dirinya secara pribadi.

“Saya tegaskan berita itu tidak benar dan tidak sesuai fakta. Kami di sini bekerja sesuai aturan, semua pembangunan ada RAB-nya, ada musyawarahnya, ada pengawasan dari BHP dan pendamping. Kalau mau cek, silakan cek ke lapangan, semua fisik ada. Saya undang wartawan itu baik-baik untuk klarifikasi biar adil, tapi dia tidak datang,” tegas Prayitno.

Ia menambahkan, pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan kontrol dari media, namun harus dengan cara yang benar sesuai kode etik jurnalistik, yaitu konfirmasi sebelum tayang.

“Saya tidak anti kritik. Kalau memang ada yang salah, silakan kritik. Tapi jangan membuat pemberitaan yang tidak berdasar tanpa konfirmasi. Itu mencemarkan nama baik,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Prayitno memberikan himbauan kepada seluruh Kepala Pekon di Kabupaten Pringsewu agar tidak takut jika berada di posisi yang benar.

“Untuk rekan-rekan Kepala Pekon, saya himbau jangan takut kalau kita benar. Jika ada pemberitaan yang tidak sesuai fakta, jangan diam. Lakukan seperti yang saya lakukan, kumpulkan perangkat, buka semua data pekerjaan, dan undang wartawannya untuk klarifikasi terbuka. Transparansi adalah kunci. Kalau kita jujur dan benar, tidak perlu takut,” pungkasnya. [Mulia Mega]

Article topics