Skip to content

Borong Dua Penghargaan, Mahasiswa Hukum UBL Berprestasi di Kompetisi Peradilan Semu Nasional

(pelitaekspres.com) -BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Moot Court Community (MCC) FH UBL berhasil meraih Juara III sekaligus meraih penghargaan Penuntut Umum Terbaik dalam ajang National Moot Court Competition (NMCC) Piala Mutiara Djokosoetono XI yang diselenggarakan oleh LaSALe Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) pada 30 Oktober–1 November 2026.

Keberhasilan meraih dua penghargaan tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UBL untuk bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam penguasaan hukum acara pidana, argumentasi hukum, dan keterampilan praktik persidangan.

NMCC Piala Mutiara Djokosoetono merupakan salah satu kompetisi peradilan semu nasional tertua di Indonesia. Kompetisi yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000 ini kembali digelar setelah penyelenggaraan terakhirnya pada 2018. Pada edisi ke-11, kompetisi mengangkat tema penanggulangan tindak pidana lingkungan dengan melibatkan delegasi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., memberikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa Fakultas Hukum UBL yang mampu menunjukkan kompetensi dan daya saing dalam ajang bergengsi tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBL tidak hanya mampu menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan profesional untuk menerapkan ilmunya dalam praktik. Kami terus mendorong mahasiswa mengembangkan potensi, kompetensi, dan karakter agar mampu bersaing serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Yusuf Barusman.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan penguatan Talent and Career Ecosystem yang dikembangkan UBL untuk mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengembangan talenta, pengalaman praktik, dan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesi.

“Melalui berbagai pengalaman kompetisi dan pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim. Inilah kompetensi yang dibutuhkan untuk membangun profesional yang unggul dan berintegritas,” lanjutnya.

Penghargaan Penuntut Umum Terbaik yang diraih MCC FH UBL merupakan pencapaian tersendiri. Peran penuntut umum dalam kompetisi peradilan semu menuntut kemampuan menyusun dakwaan, mengembangkan argumentasi hukum, melakukan pembuktian, serta membangun strategi penuntutan secara sistematis.

Pembina MCC UBL, Suta Ramadhan, S.H., M.H., menambahkan bahwa prestasi tersebut sekaligus melanjutkan rekam jejak MCC FH UBL dalam berbagai kompetisi hukum. “Pada Januari 2019, MCC FH UBL pernah meraih Juara III Kompetisi Peradilan Semu se-Sumatera di Palembang. Pada Februari tahun yang sama, MCC FH UBL kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara II dalam kompetisi peradilan semu nasional memperebutkan Piala Menteri Hukum dan HAM RI,” tambahnya.

Keberhasilan MCC FH UBL pada NMCC Piala Mutiara Djokosoetono XI semakin mempertegas pentingnya pendidikan hukum yang mengintegrasikan penguasaan akademik dengan pengalaman praktik profesional. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UBL untuk terus berprestasi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi asal Lampung dalam persaingan akademik dan profesional di tingkat nasional.

Article topics