(pelitaekspres.com) -LAMTENG– Continuously Variable Transmission atau CVT menjadi salah satu komponen penting pada motor matic. Seperti komponen lainnya, CVT juga bisa mengalami masalah. Dan salah satunya ketika CVT motor mengalami selip.

CVT merupakan sebuah sistem penggerak mesin pada motor matic. Seperti diketahui, CVT berhubungan langsung dengan ban motor dan bertugas meneruskan laju putaran yang berasal dari mesin sampai ke roda.Itu sebabnya, komponen CVT kerap menjadi sasaran utama modifikasi bagi pengguna motor matic yang ingin meningkatkan performa supaya laju motor lebih halus dan tarikannya semakin ringan.

Meski begitu, komponen ini juga bisa ‘menderita penyakit’ yang salah satunya adalah selip. Penyebab CVT motor matic mengalami selip setidaknya ada lima faktor. Berikut penjabaran selengkapnya.

  • Kopling aus

Kopling pada CVT sepeda motor bisa mengalami keausan seiring usia pakai. Kopling aus dapat menyebabkan slip akibat hubungan mesin dan transmisi tidak optimal, sehingga motor terasa tidak bertenaga.

  • V-Belt aus atau tegang

V-belt pada CVT sepeda motor berperan penting dalam transfer daya. Jika V-belt aus atau terlalu longgar, itu bisa menyebabkan selip karena daya cengkram pada pulley tidak maksimal.

  • Roller aus

Dalam sebuah rangkaian CVT, roller akan memengaruhi diameter Drive Pulley terhadap RPM mesin dengan mengandalkan gaya sentrifugal (manjauhi pusat putaran). Sementara Driven Pulley menggunakan bantuan pegas yang akan merespon perubahan diameter pada Driven Pulley.

Gaya sentrifugal yang dihasilkan roller ini akan mendorong roller ke arah luar dan akan membuat lingkar drive belt pada Driven Pulley semakin melebar atau bisa dikatakan diameter Driven Pulley semakin melebar. Jika kondisi roller sudah aus atau rusak, maka roller tidak akan berfungsi dengan baik sehingga berpotensi transmisi daya menjadi tidak maksimal.

  • Kotoran di CVT

Kotoran yang menumpuk di dalam CVT bisa meningkatkan keausan pada komponen CVT dan membuat CVT slip. Karena itu servis CVT wajib dilakukan secara rutin.

  • Kebocoran oli

Salah satu penyebab CVT slip adalah akibat adanya kebocoran oli yang masuk ke area CVT. Kebocoran bisa terjadi dari oli mesin dan oli gardan.

Oli mesin yang masuk dari area kruk as biasanya akibat seal kruk as yang berada di pulley depan sudah aus. Saat terjadi kebocoran tersebut, oli mengenai bagian pulley serta v-belt sehingga membuat CVT slip.

Sementara kebocoran oli dari gardan bisa diakibatkan oleh o-ring crankcase di dekat pulley belakang. Kebocoran ini pun bisa mengakibatkan CVT slip.

Mekanik Astra Motor Yukum Jaya, Eko Restu Prayitno menjelaskan penyebab dari CVT motor matic slip. Menurutnya, ada beberapa penyebab yang bikin v-belt motor matic slip. “Penyebab CVT motor matic slip itu paling utama akibat ada oli yang masuk ke area CVT,” terang Eko Restu Prayitno. “Oli yang masuk ke CVT ini bisa ada dua penyebabnya, bisa oli mesin bisa juga dari oli gardan,” imbuhnya.