(pelitaekspres com) – BANDARLAMPUNG- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar seleksi tingkat fakultas dalam rangka keikutsertaan mahasiswa pada International Innovation Competition in Education 2024.

Kegiatan berlangsung Senin, 29 Mei 2024, di Aula B FKIP Unila, dan dihadiri Dekan FKIP Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd., Koordinator dan Sub Koordinator, dosen pendamping, serta para juri dari lingkungan FKIP Unila.

Kegiatan seleksi ini diikuti 12 mahasiswa, dengan tiga perwakilan dari setiap jurusan yang ada di FKIP Unila. Prof. Dr. Sunyono, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi internasional dan inovasi dalam pendidikan.

Prof. Sunyono menyatakan, kolaborasi dengan rektorat, pimpinan fakultas, hingga program studi sangat penting untuk program pertukaran mahasiswa dan dosen internasional. Ia menekankan perlunya menjalin hubungan dengan luar negeri dan menjadi bagian dari masyarakat global.

Sebagai contoh, telah terjalin kerja sama antara FKIP Unila dan Faculty of Humanities, serta Humaniora Universitas Teknologi Malaysia (UTM), di mana pertukaran dosen sudah dilakukan, dan saat ini akan dilanjutkan dengan pertukaran mahasiswa.

Inovasi yang dikompetisikan di tingkat internasional menunjukkan FKIP benar-benar menjalankan akademik dengan baik. Selain itu, ada proyek kemanusiaan di Malaysia yang diikuti delapan mahasiswa selama empat bulan, dengan tujuan utama mengakui dan mengonversi 20 sks sesuai program studi.

Dalam tanggapannya, Hermi Yanzi menyampaikan, seleksi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswa FKIP Unila di kancah internasional.

“Kami berharap melalui seleksi ini, mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan inovasi mereka yang akan membawa nama baik FKIP Unila di ajang internasional,” ujar Hermi Yanzi.

Seleksi mahasiswa dilakukan dengan penyampaian inovasi sesuai dengan kriteria perlombaan internasional oleh masing-masing mahasiswa. Para peserta dinilai juri berdasarkan kreativitas, relevansi, dan dampak dari inovasi yang diusulkan.

Dekan FKIP Prof. Sunyono berharap, kegiatan ini tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk kompetisi internasional, tetapi juga mendorong mereka untuk terus berinovasi dan berkolaborasi di tingkat global.

“Melalui program ini, kami ingin mahasiswa FKIP Unila siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara internasional. Dengan kegiatan ini, FKIP dapat menunjukkan komitmen terhadap pengembangan akademik berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta, FKIP Unila optimistis dapat meraih prestasi gemilang di International Innovation Competition in Education 2024, sekaligus memperluas jaringan dan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.(Red)

Tinggalkan Balasan