Home / Pemprov / Dihadapan Organisasi Perempuan, Gubernur Sampaikan Generasi Saat Ini Pemimpin dan Pemilik Masa Depan

Dihadapan Organisasi Perempuan, Gubernur Sampaikan Generasi Saat Ini Pemimpin dan Pemilik Masa Depan

(pelitaekspres.com) –SOFIFI – Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menghadiri acara sarasehan bersama Organisasi Perempuan se-Maluku Utara, sekaligus dirangkaikan dengan promosi Cegah Perkawinan Anak (CERIA), bertempat di Royal’s Resto and Function Hall, Ternate, Selasa (27/09/2022).

Program CERIA ini, diketahui merupakan implementasi dari proyek perubahan Kadis DPPPA Maluku Utara, Musrifah Alhadar yang sementara ini sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, di LAN Makassar.

“Sarasehan ini, saya anggap penting karena merupakan upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan perkawinan anak di Provinsi Maluku Utara, yang melibabkan seluruh organisasi perempuan,” ujar gubernur, saat memberikan sambutan.

Ditegaskan gubernur, negara harus hadir dalam setiap pemenuhan hak warga negaranya. Pasalnya, di dalam UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Bahwa, penjaminan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak menjadi tanggung jawab bersama orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat terkait UU Nomor 16 Tahun 2019, tentang perubahan UU Nomor 1 Tahun 1974, yang mana usia menikah bagi perempuan dan laki-laki berusia 19 tahun. Maka, harus terus dilakukan agar masyarakat tahu tentang batas usia perkawinan, sehingga perkawinan anak harus dihentikan, karena banyak kegagalan yang dialami oleh negara, masyarakat, keluarga, dan bahkan anak itu sendiri.

“Tidak mungkin mengharapkan sesuatu yang baik, tanpa melakukan investasi yang baik pula. Apalagi, saat ini anak-anak yang ada sekarang adalah calon-calon pemimpin masa depan menuju Generasi Emas 2045.

Dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa. Anak juga memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang dijamin kelangsungan eksistensi berbangsa dan bernegara pada masa depan,” jelas orang nomor satu di Pemprov Maluku Utara ini.

Pencegahan perkawinan anak, kata gubernur, merupakan bagian yang sangat penting, karena akan menurunkan jumlah perkawinan anak dan menurunkan jumlah kekerasan berulang dengan segala manfaatnya, guna mendeteksi faktor penyebab langsung, penyebab tidak langsung, dan akar masalahnya.

Namun, karena luasnya masalah tersebut, dalam upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Sebagian besar pencegahan harus berakar pada masyarakat, dimana aspek budaya, keluarga, dan psikososial masyarakat juga sangat berpengaruh.

Sarasehan ini, gubernur berharap, menjadi langkah awal untuk menangkal perkawinan anak, agar anak-anak dapat terlindungi. Untuk itu, kiranya sarasehan ini dapat menjadi bekal dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak, serta keterlibatan semua pihak sangat diperlukan salah satunya, yaitu keterlibatan organisasi perempuan. Sehingga, elemen organisasi perempuan dapat mendampingi dan menerapkan pada masyarakat dalam upaya pencegahan perkawinan anak di kabupaten dan kota yang ada di wilayah Provinsi Maluku Utara, serta mampu berjejaring dengan seluruh stakeholder terkait.

“Dengan peran serta organisasi perempuan dan masyarakat dalam pencegahan perkawinan anak, maka akan semakin menunjang terwujudnya SDM yang unggul di Provinsi Maluku Utara yang akan datang,” tutup gubernur. (is).

About admin adminku

Check Also

Gubernur Arinal  Meminta Kongres Bahasa Lampung dapat Merumuskan Strategi Menggali, Memelihara, dan Mengembangkan Bahasa Lampung

(pelitaekspres.com) –BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, meminta Kongres Bahasa Lampung dapat merumuskan strategi …

Tinggalkan Balasan