PALEMBANG -(pelitaekspres.com/)- Upaya membangun budaya keselamatan berkendara sejak usia pelajar terus dilakukan Astra Motor Sumsel bersama Sekolah Binaan Safety Riding Honda. Salah satunya melalui kegiatan Kompetisi Regional & Bootcamp Road to Cari Aman Academy 2026 yang digelar di SMK Negeri 2 Palembang, 19 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus kompetisi bagi para pelajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai keselamatan berkendara. Tak hanya menguji pemahaman teori dan kemampuan praktik, peserta juga ditantang dari sisi mental, kreativitas, serta kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya.
Sebanyak 20 siswa dan siswi SMK Negeri 2 Palembang ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti serangkaian pembekalan dan tahapan penilaian yang dirancang untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta dalam menerapkan prinsip keselamatan berkendara dalam kehidupan sehari-hari.
Marketing Manager Astra Motor Sumsel, Adrian Arlim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Honda untuk menanamkan kesadaran keselamatan berkendara sejak usia pelajar.
“Keselamatan berkendara bukan hanya tentang memahami aturan lalu lintas, tetapi juga bagaimana membangun sikap dan kebiasaan yang benar saat berada di jalan. Melalui Cari Aman Academy, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk belajar, berkompetisi, sekaligus menjadi bagian dari generasi yang mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk lebih peduli terhadap keselamatan berkendara,” ujar Adrian.
Bukan Sekadar Kompetisi
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya diberikan materi mengenai keselamatan berkendara, tetapi juga mengikuti sejumlah tahapan penilaian yang menguji kemampuan dan pemahaman mereka.
Konsep kompetisi dirancang lebih luas dari sekadar mencari peserta dengan nilai terbaik. Program ini sekaligus diarahkan untuk membentuk Agent of Safety Riding, yakni generasi muda yang diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus mengajak lingkungan sekolah dan masyarakat untuk menerapkan budaya keselamatan berkendara.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kampanye #Cari_Aman, yang mendorong pelajar agar tidak hanya mengetahui aturan berkendara, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkannya secara konsisten.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, terpilih dua siswa terbaik yang dinobatkan sebagai AGENT, yakni Rahmat Pratama dari kelas XI TITL 3 dan M. Jelang Ramadhan Safari dari kelas XI TITL CoE.
Selain dua siswa tersebut, Ryan Mahesa, Kepala Jurusan TSM SMK Negeri 2 Palembang, terpilih sebagai Guru/Task Force terbaik dalam kegiatan tersebut.
Tiga Perwakilan Sumsel Dapat Golden Ticket
Pencapaian tersebut membawa ketiga peserta terpilih ke tahap berikutnya. Rahmat Pratama, M. Jelang Ramadhan Safari, dan Ryan Mahesa mendapatkan Golden Ticket untuk mewakili Sumatera Selatan pada Kompetisi Nasional Cari Aman Academy 2026.
Kompetisi tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 6–8 Oktober 2026.
Bagi para peserta terpilih, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pengalaman untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara.
Adrian mengatakan, kesempatan tampil di tingkat nasional merupakan bentuk apresiasi atas pemahaman, kemampuan, dan komitmen yang telah ditunjukkan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan di tingkat regional.
“Kami berharap para peserta yang terpilih tidak berhenti pada pencapaian kompetisi saja. Mereka diharapkan dapat membawa semangat #Cari_Aman ke lingkungan sekolah dan menjadi contoh bagi teman-temannya. Semoga perwakilan Sumatera Selatan dapat memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” kata Adrian.
Dorong Lahirnya Generasi Pelopor Keselamatan
Astra Motor Sumsel bersama sekolah binaan Safety Riding Honda berkomitmen untuk terus menjalankan edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pelajar yang memahami teknik dan aturan berkendara, tetapi juga generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
Melalui pendekatan edukasi, kompetisi, dan pembentukan Agent of Safety Riding, budaya #Cari_Aman diharapkan semakin melekat dalam kehidupan pelajar.
Dengan demikian, keselamatan berkendara tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari di sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sekaligus ditularkan kepada teman, keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitar.(Ning)

Leave a comment