(pelitaekspress.com) – PALEMBANG – Pabrik minyak yang bermerek FORTUNE yang di kelola PT SAP, berdirinya sejak tahun 1991 sebelum nya pabrik ini bernama PT Sinar Laut pada tahun 1984, yang di kelola pengusaha dari Lampung.
Kami warga yang berada di sekitar pabrik merasakan bertahun-tahun menderita di antaranya atas kebisingan dan debu bungkil yang di muat ke kapal untuk di exsport keluar negeri.
Kami merasa sangat terganggu adanya limbah dan debu, apabila musim hujan di sekitar rumah kami banjir campur limbah. Yang sangat tidak layak kami dapatkan seperti debu dan air pembuangan PT SAP. Ujar Yusrizal memaparkan, Sabtu (26/6).
Warga banyak mengeluh, takutnya anak kecil yang akan terkena dampak pernapasan, penciuman atas aroma limbah/DEBU yg tidak sedap ini. Banyak warga yang sering pusing gara-gara aroma limbah cair ini.
PT SAP tersebut berada di Jalan Sabar Jaya kelurahan Maryana Desa Prajen kecamatan Banyu Asin 1 RT 13 Kampung 4.
Kami sudah pernah melapor ke Kepala Desa dan ke Kecamatan terus Kabupaten dan DPR juga ke Gubernur tetapi tidak ada tanggapan. Mungkin kasus ini harus sampai ke Presiden RI Joko Widodo agar kasus ini bisa di tindak lanjuti, kata Yusrizal.
Jadi kami harus bagai mana lagi, laporan kami tidak ada tanggapan pemerintahan Sumsel. Kami sebagai masyarakat hanya bisa mengadu. Keluhan kami ini kepada awak Media agar buming, semogapak Presiden RI Joko Widodo bisa mendengar, melihat keluhan kami.
Keinginan/keluhan kami tidak pernah ada tanggapan, sebagai masyarakat kami tidak tahan lagi dengan polusi berbau bungkil sawit.
Polusi limbah (pencemaran udara)
Ini pas di sore hari pukul 17.30 wib sangat menyengat, rasanya sakit kepala mencium aroma tidak sedap ini.
PT tersebut mengeluarkan LIMBAH BUNGKIL debu sawit apabila sedang loading, debu tersebut beterbangan ke rumah-rumah masyarakat. Ujarnya.
PT tersebut pernah menawar lahan warga tetapi warga tidak setuju di karena kan tidak sesuai dengan keinginan warga.
Warga sudah jenuh dengan PT ini, masyarakat ingin menuntut kebebasan karena kami sudah lama tinggal di sini sebelum PT di bangun, pungkasnya. (Rls/Nsy)

Leave a comment