(pelitaekspres.com) – NIAS – Pemerintah Kabupaten Nias, Sumut laksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) secara Vidcon dengan Tim dari Badan Gizi Nasional tentang tindaklanjut pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di Kabupaten Nias, bertempat di Aula Gido Lantai III Kantor Bupati Nias, Selasa (04/06/2024).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Dandim 0213 Nias beserta Jajarannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Asisten Sekda Kabupaten Nias, Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias dan Para Kabag Lingkup Setda Kabupaten Nias.

Dandim 0213 Nias, Torang Parulian Malau melaporkan bahwa Kodim Nias selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nias dalam setiap kegiatan.

Ia menyampaikan bahwa,  Kepulauan Nias terdiri dari 4 Kabupaten 1 Kota yang tergolong dalam 3T. Secara khusus, Kabupaten Nias yang terdiri dari 10 Kecamatan dan 170 Desa dengan segala keterbatasannya sangat tergolong 3T.

“Saya berharap agar Kabupaten Nias menjadi prioritas dan padat proyek dalam Pembangunan Unit Pelayanan Makan Bergizi. Dengan segala keterbatasannya, saya berharap agar tahun ini dapat terwujud pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di wilayah Kabupaten Nias dan kami siap mendukung program ini,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nias Rahmani O. Zandroto dalam paparan terkait kondisi Kabupaten Nias saat ini.

“Berdasarkan hasil Survei Stunting, yang sebelumnya angka Prevalensi Stunting sebesar 25% pada tahun 2022 dan telah turun menjadi 20,3%. Setelah di data kembali, stunting ini dialami oleh Balita, Remaja, Keluarga Miskin dan Pelajar Sekolah. Terdapat 2500 siswa yang tersebar di 220 sekolah se-Kabupaten Nias mengalami stunting,” ungkapnya.

Ditambahkan bahwa, beberapa kendala yang dihadapi oleh Kabupaten Nias yakni: jarak tempuh yang cukup jauh karena kondisi geografis, sebaran yang sangat luas dan tidak semua siswa menjadi sasaran penerima manfaat.

“Menurut kami, solusi atas kondisi tersebut adalah pengusulan kuota penerima manfaat ditambah sebanyak 10.000 penerima manfaat dan bahan makanan yang digunakan nantinya kalau bisa berasal dari bahan lokal dari Kabupaten Nias. Dimana, bahan lokal ini juga nantinya secara tidak langsung mendongkrak produksi pertanian di Kabupaten Nias itu sendiri,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa kondisi Kabupaten Nias yang tergolong 3T sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, terkait persiapan Gedung, Dapur, Bahan Baku Makanan, Susu dan Kualitasnya harus di diskusikan secara intensif. Tentunya, hal ini akan ia sampaikan kepada pimpinan yaitu Bapak Presiden bertepatan setiap minggunya dilakukan pertemuan dan rapat bersama terkait program ini.

Ia memberitahu jika pada tahun 2024 anggaran masih belum tertuang dalam APBN tapi untuk sementara tersedia kuota sebanyak 349 lokasi pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi se-Indonesia. Bila sudah ada anggarannya, kita akan mengusulkan 10.000 pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi se-Indonesia.

“Saya sepakat bahwa pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di Kabupaten Nias menjadi prioritas. Semoga semua Kecamatan di Kabupaten Nias dapat dibangun Unit Pelayanan Makanan Bergizi mengingat jumlah stunting yang sangat banyak. Saya berharap agar Pemerintah Daerah dan TNI dapat berkolaborasi untuk mempersiapkan seluruh data dan dokumen supaya dapat diproses dengan cepat” Imbuhnya.

“Saya sepakat bila bahan baku yang digunakan adalah produk asli dari Kabupaten Nias namun harus sesuai dengan standarisasi gizi. Selain itu, pemenuhan gizi juga harus efisien dan termasuk SDM yang akan terlibat, contohnya: chef atau tukang masak,” tambahnya.

Masih dalam kegiatan yang sama, Danramil 02 Gido menyampaikan titik lokasi pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di wilayah Kabupaten Nias.

“Lokasi lahan terletak di Desa Somi dengan luas 25 x 25 meter persegi. Status lahan milik Pemerintah Kabupaten Nias dan akan dihibahkan kepada Kodim 0213 Nias. Terkait sumber air, jika menggunakan air PDAM membutuhkan jarak 2 Km sampai ke titik lokasi. Untuk itu, sebagai alternatifnya kita menggunakan sumur bor. Juga di sekitaran gedung nantinya akan ditanami tanaman holtikultura sebagai bahan baku tambahan dalam hal ini akan dikoordinir oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nias” Tuturnya.

Semester itu dalam paparannya, Bupati Nias yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pardin M. Harefa. SSTP., M.Si menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias menyambut baik program ini. Ada 2 (dua) tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Nias saat ini yaitu Kemiskinan Ekstrim dan Stunting.

“Kami berharap melalui program ini dapat mengatasi tantangan tersebut serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Nias khususnya. Selain itu, kami berharap agar Kabupaten Nias dapat menjadi Lokus yang diprioritaskan dalam pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi,” paparnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Tim Badan Gizi Nasional menyatakan bahwa ia akan menyampaikan semua usulan-usulan ini supaya apa yang diharapkan kepada masyarakat Kabupaten Nias dapat terlaksana dengan sukses.

Usai kegiatan tersebut, Dandim 0213 Nias menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nias atas kerjasamanya dalam memfasilitasi kegiatan ini. Ia berharap agar hasil pertemuan ini disampaikan kepada Bupati Nias dan dibuat surat agar Kabupaten Nias dapat diprioritaskan dalam program ini. Surat ini nantinya akan disampaikan kepada pimpinan yaitu Bapak Presiden R.I. dan sebagai bentuk keseriusan dalam program ini ia meminta agar segera melakukan pematangan lahan pada lokasi yang akan dijadikan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di wilayah Kabupaten Nias, sumber niaskab.go.id. (Toro Harefa)

 

Tinggalkan Balasan