(pelitaekspres.com) -PURWAKARTA- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata tidak hanya berimbas pada pemilik Kendaraan bermotor, tetapi telah berdampak terhadap dunia pendidikan, khususnya pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memiliki jurusan teknik kendaraan ringan (Otomotif dan jurusan teknik sepeda motor (TSM), salah satunya di SMK Taruna Sakti (Tasa) Purwakarta.
Diketahui aktivitas siswa SMK Tasa Purwakarta Jurusan TKR Otomotif tetap semangat belajar meski harga BBM untuk penunjang praktek mengalami kenaikan.
Salah satu siswa Fahmi Trisna Suwandi mengakui, “selain berdampak terhadap rutinitas praktek jurusannya, kenaikan harga BBM ini juga, berimbas kepada bertambahnya uang saku sekolahnya, hingga cukup memberatkan orang tuanya,” ujar salah satu Siswa SMK Tasa Purwakarta Fahmi Trisna Suwandi Selasa (6/9/2022).
Sementara itu, Kepala sekolah SMK Tasa Purwakarta, Yayang Gilang Sonjaya menjelaskan, Kenaikan harga BBM, berimbas pula terhadap dunia pendidikan, khususnya untuk kelas jurusan TKR Otomotif dan jurusan TSM, karena kedua jurusan tersebut membutuhkan BBM sebagai penunjang kelangsungan praktek siswa.
“Dalam setiap praktek, bisa menghabiskan maksimal 2 liter BBM jenis Pertalite atau Pertamax, sehingga dalam kurun waktu selama sebulan dengan total 25 hari, maka pihak sekolah mengeluarkan biaya untuk BBM sebanyak 350 ribu rupiah, namun dengan adanya kenaikan BBM pengeluaran bisa membengkak menjadi 500 ribu rupiah perbulannya,” ucapnya. (DR)

Leave a comment