(pelitaekspres.com) –METRO- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro mengadakan event GNPIP dan HLM TPID Kota Metro membahas “Perkembangan Terkini dan Strategi Pengendalian Inflasi ke Depan” pada Kamis, 24 Agustus 2023 di Desa Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro. Kegiatan ini dihadiri diantaranya oleh Pimpinan OPD Provinsi Lampung, Kepala Disperindag, DKPTPH, Dinas Peternakan, Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Ketua DPRD Kota Metro, Anggota FORKOPIMDA Kota Metro, Camat Metro Barat, Staf Ahli Bupati Brebes Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Tim Penggerak PKK Kota Metro, serta Pelaku usaha atau offtaker penggiat KAD Bawang Merah.

HLM TPID Kota Metro didahului dengan kegiatan panen bawang merah di lahan Kelompok Tani Ngudi Asri Makmur sebagai tindak lanjut dari pelatihan budidaya dan dukungan penyediaan bibit bawang merah pada bulan Mei 2023 yang difasilitasi oleh (KPwBI) Provinsi Lampung. Panen bawang merah dipimpin oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono didampingi oleh Wali Kota Metro, dr. Wahdi, Sp.OG (K), M.H. dan TPID Kota Metro.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan HLM  TPID yang dibuka dengan sambutan dari Wali Kota Metro, dr. Wahdi, Sp.OG (K), M.H, dilanjutkan dengan sambutan dan paparan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono dan paparan dari Assisten II Pemkot Metro Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yerri Ehwan. Beberapa poin penting yang disampaikan dalam paparan tersebut antara lain:

  1. Inflasi Kota Metro tercatat kembali ke sasaran 3,0%±1% sejak Mei 2023, lebih cepat dari prakiraan awal dan tetap terkendali dalam tren menurun hingga Juli 2023. Penurunan tersebut didukung oleh tetap terjaganya ketersediaan dan harga bahan pokok, khususnya aneka cabai, bawang merah dan minyak goreng sejalan dengan sinergi dan concern TPID Lampung dalam menjaga stabilitas harga dan pasokannya.
  2. TPID Kota Metro menyatakan siap untuk melanjutkan sinergi pengendalian inflasi melalui penguatan GNPIP di Kota Metro. Hal ini didukung oleh program-program yang dijalankan oleh TPID Kota Metro, khususnya kolaborasi operasi pasar, Pasar Tani Agro Ceria dan Gertapaga, serta fasilitasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) sebagai salah satu upaya untuk memastikan kecukupan pasokan bawang merah.
  3. Ketersediaan pasokan bahan pangan Kota Metro relatif tejaga dan cukup untuk menopang kebutuhan lokal dan memenuhi permintaan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung.
  4. Rekomendasi strategi pengendalian inflasi dari Bank Indonesia antara lain perlunya upaya dan pengambilan kebijakan segera untuk menjaga laju inflasi yaitu dengan (a) melakukan pendataan lahan terdampak El Nino untuk ditindaklanjuti dengan dukungan pengairan; (b) sosialisasi pemanfaatan benih produksi pertanian dengan umur panen yang lebih rendah dan relatif resisten terhadap El Nino; (c) sosialisasi peningkatan efektivitas metode pemupukkan agar upaya efisiensi petani di tengah periode El Nino tidak berdampak masif terhadap produksi pangan; (d) memastikan keberlangsungan distribusi komoditas strategis seperti minyak goreng dan beras untuk menghindari praktek penimbunan; (e) memperkuat KAD untuk bawang merah dan aneka cabai pada periode tanam di akhir tahun 2023; dan (f) penguatan sosialisasi belanja bijak pada periode high demand dan pemilu untuk memitigasi risiko kenaikan harga akibat panic buying.

HLM TPID ditutup dengan seremoni penandatanganan MoU KAD GtG dan BtB antara antara Kota Metro, Lampung dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah serta  Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) dan pelaku usaha/offtaker. Sebagai bentuk komitmen dari fasilitasi pelatihan budidaya dan bantuan bibit bawang merah oleh KPwBI Provinsi Lampung, dilakukan juga penyerahan bibit bergulir bawang merah hasil budidaya kepada KWT di Kota Metro.

 

Tinggalkan Balasan