(pelitaekspres.com) –PAGARALAM- Setelah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada sejumlah saksi beberapa waktu lalu. Kali ini giliran terlapor Is (40) oknum guru (pelatih) tari yang diduga melakukan pencabulan sesama jenis terhadap siswanya AR (16).

Pemeriksaan Is selaku terlapor oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Pagar Alam didampingi oleh penasehat hukumnya Herman SH.MH. Jumat (07/06).

Setelah menjalani pemeriksaan lebih kurang selama 4 jam, kepada sejumlah media yang telah menunggu Is pun memberikan klarifikasi. Is membantah melakukan pencabulan terhadap siswanya.

“saya tidak melakukan hal yang dituduhkan meski diakuinya antara korban dan terlapor memang saling kenal.”ucapnya. Juga menurut dia, korban sering datang kerumahnya.

‘”antara korban dan terlapor memang saling kenal dan AR sering bermain kerumah,”aku Is.

Saya berharap masyarakat tidak buru-buru men-jastice terhadap apa yang beredar dan belum tentu kebenarannya,”pinta Is.

“AR sering datang kerumahnya untuk berlatih tari akan tetapi ketika latihan berlangsung IS  membantah telah melakukan apa yang dilaporkan.”versi nya usai pemeriksaan.

Sementara itu, Herman selaku kuasa hukum IS menjelaskan, terdapat 24 pertanyaan yang diajukan penyidik dalam kasus dugaan pencabulan tersebut.

Dalam pemeriksaan, penyidik menanyakan seputar peristiwa kejadian dan kedekatan antara diduga korban dan terlapor.

“24 pertanyaan yang ditanyakan kepada klien kami dan semuanya sudah dijawab oleh klien kami,”ujar Herman kepada awak media Jumat (07/6)

Herman menjelaskan bahwa pihaknya akan terus kooperatif menghadapi kasus ini dan apabila diperlukan oleh penyidik akan siap datang menghadiri panggilan berikutnya.

Herman mengakui antara kliennya dan diduga korban memang dekat dan dianggap sudah seperti keluarga sehingga mereka berharap masyarakat tidak mudah berspekulasi lantaran antara IS dan diduga korban sudah seperti adik dan kakak.

“Kami harap masyarakat tidak mudah menghakimi klien kami karena saat ini proses hukum masih berjalan apalagi antara klien kami dan diduga korban sudah seperti adik dan kakak,”imbuhnya

Terkait informasi telah adanya surat perdamaian antara IS dan diduga korban di kantor notaris serta informasi adanya usaha intimidasi kepada diduga korban, Herman menegaskan ia belum mengetahui atau melihat surat perdamaian itu.

Ia pun menyangkal ada upaya pembungkaman terhadap korban diduga korban ataupun usaha yang ingin menghilangkan barang bukti lainnya.

“Saya belum tahu dan belum lihat surat perdamaian yang katanya di salah satu notaris dan soal usaha penghilangan barang bukti itu saya juga belum mendalami persis info tersebut,”tambahnya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kota Pagaralam merasa prihatin atas kejadian pencabulan sesama jenis.

‘”prihatin dengan apa yang dilakukan oleh oknum guru tari, yang semestinya mengembangkan bakat-bakat siswa dan tidak berbuat hal sedemikian.”tandasnya.

KPAI juga berharap agar kasus ini diungkap  tuntas sehingga memberikan efek jera dan kedepannya tidak terulang lagi.

‘kita minta Polres Pagaralam mengungkap sejelas-jelasnya hal ini dan tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya.

“Jalankan proses hukum sebenar-benarnya dan jangan ada yang ditutup-tutupi, pihaknya pun (KPAI)akan melakukan pendampingan untuk melakukan pemulihan trauma mental dan psikis AR,”Pungkasnya.

Sebelumnya viral dimedsos seorang pelatih tari di kota Pagar Alam, Sumatera Selatan berinisial Is (40) diduga telah mencabuli siswa SMA yakni AR (16) yang merupakan muridnya sendiri.

Lalu dilaporkan ke Polres Pagaralam. Laporan dugaan pencabulan sesama jenis tersebut, dibuat oleh pihak keluarga korban pada Minggu (2/6) di  Polres Pagar Alam. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

Kasat Reskrim Polres Pagar Alam IPTU Candra Kirana mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal, korban AR diduga menjadi korban pencabulan oleh terlapor IS pada Sabtu (18/5) kemarin.

“Kejadiannya di rumah terlapor, untuk yang melaporkan adalah orang tua korban”.(Rep)

Tinggalkan Balasan