Skip to content

Bupati Benyamin Arisoy Ajak GMKI Jadi Motor Penggerak Pembangunan dan Pembinaan Generasi Muda Yapen

(pelitaekspres.com) – SERUI – Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, S.E., M.Si., mengajak Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Serui mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, pembinaan karakter generasi muda, serta pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Ajakan tersebut disampaikan melalui sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) VII GMKI Cabang Serui di Gedung Silas Papare, Serui, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, unsur pimpinan dan anggota DPRK, Forkopimda, Sekretaris Daerah, perwakilan Pengurus Pusat GMKI melalui Sekretaris Bidang Komunikasi dan Informasi Obaja Tarigan, Koordinator Wilayah XII Papua, Ketua KPU, pimpinan OPD, pimpinan perguruan tinggi, KNPI, tokoh pemuda, serta peserta konferensi.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konfercab VII GMKI Cabang Serui. Menurutnya, konferensi tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses kaderisasi dan penguatan peran mahasiswa Kristen dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai GMKI memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki keteguhan iman, tetapi juga integritas moral, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.

“Kehadiran GMKI Cabang Serui memiliki makna yang strategis dan fundamental bagi pembinaan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Yapen,” demikian disampaikan Wakil Bupati saat membacakan sambutan Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi digital, pergaulan bebas hingga ancaman penyalahgunaan narkoba. Karena itu, GMKI diharapkan mampu menjadi benteng moral, teladan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus motor penggerak perubahan positif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh kader GMKI.

Pertama, kader GMKI diharapkan terus melakukan transformasi diri sebagaimana pesan firman Tuhan dalam Roma 12:2 tentang pembaruan budi, sehingga mampu menjadi generasi muda yang beriman, berintegritas, berakhlak, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kedua, Konfercab VII diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan visi dan persepsi seluruh anggota agar organisasi semakin solid, terarah, serta fokus menjalankan program pelayanan pada tiga medan pengabdian GMKI, yakni gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Ketiga, GMKI diharapkan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan lainnya dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh kader GMKI menjadi pelopor kerukunan dan toleransi antarumat beragama serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga mendorong GMKI mengambil bagian dalam edukasi dan upaya pencegahan HIV/AIDS sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Melalui Konfercab VII ini, diharapkan lahir kepemimpinan organisasi yang mampu memperkuat kaderisasi, menjaga persatuan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap GMKI terus menjadi mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis di Tanah Yapen.Sejalan dengan hal tersebut, Head of Comm. Relation & CID PHE OSES, Danya Dewanti, menyampaikan bahwa keselamatan operasi dan perlindungan lingkungan merupakan prioritas Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha hulu migas. “Bagi PHE OSES, keselamatan operasi dan perlindungan lingkungan merupakan prioritas utama dalam menjalankan kegiatan usaha hulu migas. Kami menyadari bahwa aktivitas operasi lepas pantai memiliki potensi risiko yang membutuhkan pengelolaan secara cermat, mulai dari upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan kondisi darurat,” katanya.

“PHE OSES berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan prinsip keselamatan dan perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat pesisir. Dengan demikian, kegiatan operasi migas dapat berjalan secara selamat, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” imbuh Danya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada PHE OSES atas inisiatif dan komitmennya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat upaya mitigasi risiko dan kesiapsiagaan tanggap darurat lingkungan.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada PT PHE OSES atas inisiatif dan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Ini adalah momentum krusial untuk membangun sistem penanggulangan kedaruratan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tutup Riski.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pihak berharap terbangun pemahaman dan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah, industri migas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengantisipasi berbagai potensi kedaruratan lingkungan,

menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasi hulu migas, mencapai ketahanan energi nasional, dan melestarikan ekosistem pesisir dan laut di Provinsi Lampung.

 

Article topics