(pelitaekspres.com) –BANDUNG- Dalam rangka mencerdaskan insan pers yang merupakan mitra kerja dalam publikasi kegiatan dan untuk memperkuat komunikasi kebijakan yang menjadi kebijakan utama di Bank Indonesia (BI).

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) selama 3 hari (21-23/02/24) menggelar  Capacity Building bersama Wartawan Ekonimi Bisnis di Sumsel, yang kegiatan tersebut di laksanakan di Kimaya Hotel Kota Bandung Jawa Barat.

” Kegiatan Capacity ini merupakan apresiasi BI Sumsel terhadap insan pers  yang di dalam bentuk yang fleksibel. Santai dan tidak ketat. Serius tapi santai tapi sangat bermanfaat,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Ricky P Gozali saat sambutan pada kegiatan pembukaan Capacity Building Tahun 2024, Jumat (22/2/24).

” Dalam Capacity, sengaja kita menghadirkan dua narasumber yang berkompeten yang memberikan pencerahan bagi insan pers dengan menyampaikan tugas berbagai hal yang terkait dengan kebijakan BI seperti moneter maupun sistem pembayaran dan sebagainya,” kata Ricky.

Perlu diketahui Capacity Building ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh BI Sumsel dalam rangka memberikan pemahaman kepada para wartawan ekonomi bisnis di Sumsel mengenai kebijakan Ekonomi dan kebijakan sistem pembayaran di Indonesia agar dapat disampaikan kepada masyarakat.

” Palembang Sumsel memiliki potensi yang bisa di gerakkan melalui sektor pariwisata seperti Hotel, UMKM, kuliner yang mana semua nya bergerak dan ekonomi akan bergulir dengan baik apabila pariwisata berjalan dengan baik juga,” katanya.

Lanjut kata Ricky,Kita pilih Bandung supaya teman teman tambah wawasan, sehingga bisa memberikan kontribusi kepada Pemprov Sumsel melalui tulisan-tulisan yang baik dengan mendorong pemahaman yang baik.

” Jadwal BI dalam capacity building ini sengaja dengan harapan peserta bisa melihat seperti ke Floating Market, ke Pertunjukan Seni Angklung Udjo dan Kereta Cepat Whoosh 3A dan 2P yaitu singkatan dari kata Atraksi, Ameniti dan Aksesbilitas. Mau ke Bandung bisa pake apa pun tol, pesawat dan Whoosh. “Akses sangat penting, dekat cepat murah maka Bandung bisa dikunjungi banyak orang. Selanjutnya hotel makanan dan semuanya sudah siap,” jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan M. Latif menambahkan bahwa terkait mensikapi utang negara. Disebutkannya persepsi tentang utang berbeda.

” Negara-negara besar seperti Amerika dan Jepang yang banyak utang tapi tetap PD (percaya diri). Saya mengajak bagaimana persepsi utang itu untuk kebutuhan yang tidak konsumtif. Ketika kita melihat utang dalam negeri masih oke namun ketika utang itu berasal dari luar maka perlu diwaspadai. Kondisi global sangat perlu diwaspadai,” kata Latief saat menyampaikan materi.

Untuk narasumber lain yaitu Ekonom Senior Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Indriani Kartina, dan Ekonom Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Fathahillah Dipanegara Wicaksana. (dkd)