Senin , Mei 27 2019
Home / NASIONAL / Warga Melapor Dianiaya Kades, Polsek Kualuhhulu Anjurkan Damai

Warga Melapor Dianiaya Kades, Polsek Kualuhhulu Anjurkan Damai

(pelitaekspres.com) – AEKKANOPAN – Perkara penganiayaan yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) Bandar Lama, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Ilham Hidayat Siagian bersama anaknya kepada salah seorang warga Dusun IV disana, Mubin Sitorus, Selasa (16/04), belakangan terungkap laporannya sempat tidak diterima pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kualuhhulu, malah dianjurkan untuk berdamai.
Hal itu diketahui berdasarkan keterangan korban, Mubin Sitorus, saat menceritakan kronologis kejadian kepada wartawan, Selasa (23/04). Menurut dia, selepas penganiayaan yang dialaminya Selasa (16/04) malam, Mubin langsung berangkat ke Mapolsek Kualuhhulu.
Sayangnya, lanjut dia, tidak ada satu personil pun terlihat di ruangan SPK tempat penerimaan pengaduan. Hanya seorang Kepala Unit Resort Kriminal (Kanit Reskrim), Ipda Gunawan Sinurat yang menyambutnya di depan Mapolsek Kualuhhulu.
Saat bertemu dengan Kanit tersebut, Mubin, menyatakan ingin membuat laporan pengaduan tindak pidana penganiayaan disana. Namun, dengan alasan tidak adanya personil SPK karena sedang menjalankan tugas pengamanan Pemilu saat itu, Kanit pun menganjurkan untuk berdamai saja dengan oknum Kades dimaksud.
Tidak berselang lama, terang Mubin, Kanit langsung menelepon oknum Kades tadi beserta Camat Kualuh Selatan, Hariman. Saat bersamaan, kedua orang yang ditelepon Kanit tersebut dalam beberapa menit sudah sampai disana berikut dengan kehadiran Kapolsek, AKP Asmon Bufitra.
Pertemuan yang dimediasi oleh pihak Polsek, jelas Mubin, tidak memperoleh kesimpulan karena dirinya meminta waktu untuk memikirkan anjuran pihak Polsek untuk berdamai dengan oknum Kades, Ilham Hidayat Siagian.
Akhirnya, Mubin memutuskan kembali pulang tanpa mendapat bukti laporan apapun dari Mapolsek Kualuhhulu dan kembali melaporkan tindak pidana penganiayaan itu seminggu setelahnya tepat tanggal 23 April 2019 yang kemudian diterima setelah mendapat pengawalan dari beberapa wartawan.
Sehari sebelum membuat laporan kedua pada tanggal 23 April 2019, Kantor Kecamatan Kualuh Selatan melayangkan surat kepada Mubin untuk melakukan musyawarah secara kekeluargaan dengan No. 005/372/TIB/2019 tertanggal 22 April 2019.
“Bukan tidak menghargai undangan dari Kantor Camat, tetapi lebih baik laporan saya diterima lebih dulu oleh pihak Polsek, agar prosedur hukum tetap berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” aku Mubin.
Kapolsek Kualuhhulu, AKP Asmon Bufitra yang dikonfirmasi wartawan di ruangannya, Kamis (25/04), membantah tidak menerima laporan korban. “Bukan tidak diterima, tetapi selagi masih bisa diselesaikan secara baik-baik, kenapa tidak,” jelasnya.
Asmon beranggapan permasalahan itu berkaitan dengan Pemilu, maka unsur Kecamatan, PPK dan oknum Kades tersebut dipanggil untuk diselesaikan secara bagus-bagus. Malah, saat itu si korban tidak keberatan untuk berdamai, namun meminta waktu untuk berfikir selama tiga hari.
“Mungkin, selama tiga hari itu, banyak masuk pihak lain. Tiba-tiba si korban sudah didampingi kawan-kawan wartawan untuk melapor. Tapi, bagaimana pun, sudah kita berikan saran yang lebih baik, namun dipilih untuk melapor, kami (Polsek-red) terima saja laporannya. Abang kan sudah tahu posisi kami bagaimana, kalau ada yang melapor harus kami terima,” cetus Asmon.
Kapolsek pun mengaku mendapat undangan dari pihak Kecamatan untuk menghadiri musyawarah penyelesaian perkara tersebut, namun tidak dihadiri oleh korban. “Tiba-tiba besoknya si korban sudah datang melapor didampingi wartawan,” cerita Kapolsek.
Untuk saat ini, Kapolsek menambahkan, laporan Mubin Sitorus sedang dalam proses. “Untuk lebih detailnya tak perlulah itu dipertanyakan,” terangnya. (Deni Zimmy Munthe)

DIBACA 5.134 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *