(pelitaekspres.com) –WAROPEN – Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) tak kunjung direalisasikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah Kabupaten Waropen, akhirnya mengundang amarah sebagian pegawai dengan melakukan aksi protes secara terbuka kepada Bupati.

Masa aksi yang mayoritas para ASN itu, sebelumnya berkumpul dan kemudian berjalan kaki menuju Kantor Bupati guna menyampaikan tuntutan langsung kepada Bupati. Aksi ini sendiri dilakukan secara damai dan berjalan lancar hingga selesai dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian Polres Waropen.

Aksi yang dipimpin Isak Ramandey selaku Koordinator umum meminta Bupati Waropen Yermias Bisai agar segera memerintahkan kepala BPKAD  untuk segera membayar tunjangan pengawai yang belum dibayarkan, cetus kordinator aksi pada Senin, (30/01/2023) dihalaman Kantor Bupati Waropen.

Menurutnya ada beberapa tuntutan yaitu pembayaran TPB tri Wulan keeempat yang belum di bayarkan kepada ASN, kami juga meminta untuk segera Bapak Bupati menata kembali sistem pemerintahan Kabupaten Waropen karena ASN melihat bahwa di beberapa Instansi pemerintah ada jabatan ganda,”urainya.

Kami juga ingin Bupati untuk menata kembali sistem keuangan dengan baik, dan dalam tuntutan kami juga tentang penyelanggaraan pemerintahan ada Dinas terkait yang mendapat operasional dalam hal ini Badan Keuangan yang kami lihat cukup besar operasionalnya.

“kami minta supaya ada pemerataan terhadap semua SKPD, kami semua mengabdi untuk Waropen sehingga kenapa kami di anak tirikan?” ucap Ramandey

Sementara itu, Sedari Wonaturei sebagai kordinator lapangan mengatakan bahwa tujuan demo hari ini (red; Senin 30/01/23) harus ada penjelasan dari pihak pemerintah (red;  Bupati) bahwa TPB tri wulan empat  itu kalau belum di bayarkan alasannya apa dan uangnya kemana?.

Sekda Waropen Jealani saat Menerima Aspirasi ASN tentang TPP.

“itu yang kami ASN maksudkan, kami tidak menuduh kepada pihak-pihak tertentu tapi kami perlu penjelasan supaya kami juga puas sebagai ASN,”tuturnya.

Masa aksi dari kalangan para ASN itu, meminta Sekda untuk segera berkoordinasi dengan Bupati Yermias untuk menjawab aspirasi yang diserahkan kepada pemerintah daerah dalam waktu tidak terlalu lama, sebab menurut mereka kalau tidak di jawab maka ASN akan aksi demo lanjutan.

Dinamika demokrasi dan birokrasi seolah-olah terdiam membisu mengecewakan yang mengantarkan maksud Demo kami, setiap ASN yang mengabdi bagi Waropen juga butuh makan, siapa yang kerja lalu tidak diberikan upah?

“ASN yang bertugas sebagai Guru dan Medis mereka adalah orang-orang lapangan yang sungguh besar jasanya sehingga perlu untuk diperhatikan”.

Setelah orasi, masa aksi diterima Sekda Waropen Jealani, kemudian Kordinator aksi  menyerahkan tuntutan mereka kepada Sekda Waropen Jealani. Menurut Sekda  tuntutan ASN soal hak mereka tentang  tunjangan penghasilan pegawai (TPP) sudah dibayarkan, beber Sekda  Jealani.

Menurut Sekda yang belum dibayar adalah Pegawai yang tidak melaksanakan tugas dengan baik karena TPP merupakan tambahan penghasilan pegawai yang diberikan kepada pegawai dengan ketentuan tugas melaksanakan dan tanggung jawabnya secara baik.

“untuk tunjangan penghasilan pegawai sudah dibayarkan seluruhnya, yang belum di bayarkan adalah tunjangan penghasilan pegawai khususnya tenaga pendidik Guru,”ucap Sekda Jealani.(Falen).