Home / DAERAH / Terkait pembangunan Pamsimas, Sarjudi PJ. Pekon Banjarejo Harus Bertanggung Jawab

Terkait pembangunan Pamsimas, Sarjudi PJ. Pekon Banjarejo Harus Bertanggung Jawab

(pelitaekspres.com) –PRINGSEWU- Sarjudi PJ . Pekon Banjarejo disebut sebut mantan kepala pekon(Kakon) Banajarejo,Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu Herman Sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait terbitnya surat ijin pembangunan penampungan penyediaan  air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun 2019 yang lalu mengatakan dirinya tidak tahu menahu walaupun dirinya sebagai PJ pekon Banjarejo

“Saya tidak tahu menahu terkait ijin atau hibah yang dikatakan bendahara Pamsimas ataupun yang disampaikan mantan Kakon Banjarejo Herman walaupun saya sebagai PJ .pekon Banjarejo “ujar PJ pekon Banjarejo saat dihubungi melalui ponselnya Sabtu (16/2).

Lanjut Sarjudi Herman dalam pembangunan Pamsimas bukan apa apanya  dan terkait hal tersebut saya akan kumpulan terlebih dahulu .

“Kalau Herman tidak ada apa apanya dalam pembangunan Pamsimas tersebut dan saya akan tanya terlebih dahulu kepada mereka” kelitnya

Namun sampai berita ini diturunkan Sarjudi belum bisa memberikan keterangan terkait pembangunan Pamsimas tersebut.

Sebelumnya diberitakan Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat(PAMSIMAS) Yang merupakan Bantuan Langsung Masyarakat(BLM) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) senilai lebih kurang Rp 365 juta tersebut melalui Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) di Pasar Banjarejo ,Kecamatan Banyumas ,Kabupaten Pringsewu diduga bermasalah karena tanah yang dibangun di tanah ahli waris Tukiman, Tukino , Tukijem  ,Tukiran  dan  Sukirah yang terletak   di Mata air Gunung Tembilang Besi ,Sinar Ukir ,Pekon Banjarejo tidak memiliki hibah dari yang bersangkutan.

BLM yang bertujuan meningkatkan layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan khususnya masyarakat di desa tertinggal dan masyarakat di pinggir kota,namun pada kenyataannya diduga kuat dijadikan ajang mencari keuntungan oleh segelintir orang tertentu dimana pemilik tanah tersebut menyampaikan dengan gamblang kepada media bahwa tanahnya yang dibangun penampungan air di Gunung Terbelang  sama sekali tidak pernah menghibahkan sama sekali
Apalagi menjual kepada siapapun anda

“Saya tidak pernah menghibahkan tanah saya tersebut apalagi menjualnya bahkan saya kaget ketika material datang di kebun saya ,jadi kalau saya dikatakan memberikan hibah kepada mantan kepala Pekon ,PJ Pekon Banjarejo atau ke aparatur Pekonnya lainnya sama sekali tidak pernah memberikan kepada siapapun” kata Tukino saat ditemui di kediamannya di  kediamannya jum’at(14/2)

Masih dikatakan Tukino,kalaupun saya menghibahkan tanah tersebut kami akan musyawarah keluarga terlebih dahulu dan tidak mungkin ditanda tangani sendiri Tampa adanya musyawarah dengan anak yang lainnya

“Kalau saja dihibahkan kami pasti semua ahli waris tanda tangan ini jangankan ahli waris semua tanda tangan dibangunnya saja ditempat tanah tersebut saya tidak tahu menahu ” bebernya.

Lanjut Tukino,dirinya setelah dibangun PAMSIMAS di lokasi tanah miliknya mengaku pernah didatangi mantan kepala pekon(Kakon) Herman ,dia datang ke rumahnya Tukiran minta tanda tangan di kertas buku biasa tetapi kata Tukino dia tidak akan menghibahkan tanah tersebut apalagi menjualnya karena kalaupun hibah itu harus semuanya tanda tangan .

“Memang setelah dibangunnya PAMSIMAS  beberapa hari ,Herman mantan Kakon Banjarejo  datang ke rumah saya dan minta tanda tangan di kertas buku biasa alasan dia katanya agar jangan ada masalah dikemudian hari ,tapi saya bilang saya tidak akan menghibahkan tanah tersebut apalagi menjualnya” bebernya.

Sementara mantan Kakon Banjarejo Herman awalnya saat dihubungi jum’at(14/2) melalui telpon selulernya mengaku tidak pernah terlibat dalam pembangunan Pamsimas di Banjarejo,namun saat ditanya bahwa dirinya sudah pernah datang ke rumah pemilik tanah yang bernama Tukino ,akhirnya Herman mengakui datang ke rumah yang bersangkutan dan meminta tanda tangan dari Tukino di kertas buku kosong dengan alasan minta ijin akan dibangunnya lokasi penampungan air tersebut

“Iya saya datang ke rumah Tukino ,adapun tujuan saya datang meminta ijin saja ,tetapi saya tidak terlibat apapun dalam pembangunan tersebut itu sebagai penanggung jawabnya PJ. Pekon Banjarejo   ‘ujarnya.

Bendahara PAMSIMAS Sumarno Jum’at (14/2) saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya  mengatakan bahwa pembangunan PAMSIMAS tersebut sudah memiliki surat hibah dari pemilik tanah yakni Tukiran

“Itu sudah ada hibahnya dari pemilik tanah yakni Tukiran,kalau yang lain belum tanda tangan kami tidak tahu yang jelas sudah ada hibahnya ” terang Sumarno.

Ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat ( KKM ) Pekonnya Banajarejo setempat wasito sampai saat ini belum bisa dihubungi.

Terpisah PJ. Pekon Banjarejo Sarjudi  saat ditanya terkait pembangunan PAMSIMAS di  di pekon Banjarejo yang yang disebut sebut oleh mantan Kakon Herman sebagai penanggung jawab yang diduga bermasalah karena tidak mendapatkan ijin dari  ahli waris apalagi surat hibah serta menurut Bayan Sumarno yang merangkap sebagai bendahara PAMSIMAS sudah ada surat hibah  saat dihubungi melalui ponselnya Jum’at (14/2) beberapa kali tidak mangangkat ponselnya walaupun nada ponselnya dalam keadaan aktif(Iwan)

 

DIBACA 1.868 kali

Check Also

BPS awali Sensus penduduk 2020 di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan

(pelitaekspres.com)-KALIANDA-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan mengawali sensus penduduk 2020 secara online dari Pelaksana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *