Home / HUKUM & KRIMINAL / Terkait Hibah dan uang Rp 20 juta Darmin Tuntut Ketua Poktan Dayakarya

Terkait Hibah dan uang Rp 20 juta Darmin Tuntut Ketua Poktan Dayakarya

(pelitaekpres.com) -PRINGSEWU-Mantan bendahara kelompok tani(Poktan) Daya Karya Pekon Banjarejo,Kecamatan Banyumas,Kabupaten Pringsewu.

Darmin menuntut ketua poktannya Muryanto terkait digunakannya tanah milik istrinya dikatakannya telah dihibahkan ke Poktan Daya Karya untuk pembangunan Pabrik gilingan padi dan uang miliknya yang dipakai membayar bekas material pembangunan pabrik kepada H.Bajuri warga Pekon Banyu Urip ,Kecamatan Banyumas sebesar Rp 20 juta .

Dikatakan Darmin saat bertemu wartawan koran ini di Pekon Banjarejo Jum’at(24/1) bukan hanya uang bekas material yang dituntutnya tetapi dirinya juga menuntut ketua poktan tersebut yang mengatakan kalau dirinya dan istrinya telah menghibahkan tanah milik istrinya tersebut ke Poktan Daya Karya.

“Saya tidak mau banyak berkomentar yang penting bagaimana caranya yang saya Rp 20 juta bekas material pebangunan pabrik itu dikembalikan karena saya sampai gadaikan kebon sawit dan sampai sekarang belum bisa ditebus dan paling parah tanah milik istri saya dikatakannya telah kami hibahkan ke Poktan Daya Karya yang sekarang sudah dibangun pabrik gilingan padi tersebut padahal kami tidak pernah menghibahkan tanah tersebut” tegas Darmin.

Bukannya bayar utang bekas material pembangunan pabrik gilingan padi tersebut oleh Ketua poktan Muryanto justru malah memecat Darmin dari bendahara Poktan Daya Karya sebelum tahap ke tiga dicairkan ,setelah cair tahap ke tiga ketua Poktan Muryanto tidak kunjung membayarnya sampai saat ini

“Wajar saya menuntut agar uang saya dikembalikan kepada ketua Poktan Muryanto karena uang itu bekas menutup utang material bekas pembangunan pabrik gilingan padi bukan bekas saya ternyata sampai saat ini jangankan bayar utang ke saya nanya saja tidak pernah dengan saya ” terang Darmin.

Masih dikatakan Darmin pabrik gilingan padi yang sempat berjalan lebih kurang satu bulan dahulu hasilnya entah kemana dan sekarang saya diminta untuk mengelola pabrik gilingan padi itu tetapi kuncinya tetap di pegang ketua Poktan Muryanto

“Saya memang diminta untuk mengelola pabrik gilingan padi itu tetapi kunci pabrik tidak pernah dikasih saya juga ” kata darmin

Pembangunan Pabrik gilingan padi senilai Lebih dari Rp 500 juta lebih itu dibangun sekitar tahun 2014 lalu menurut ketua Poktan beberapa waktu lalu dibangunnya menerangkan kepada wartawan itu ada surat hibahnya

“Surat hibah itu ada,ga mungkin kalau tidak ada dibangun pabrik tersebut” kata Muryanto beberapa waktu yang lalu

Namun terkait Muryanto saatbakan diminta keterangan lanjutan sampai berita ini diturunkan sama sekali tidak bisa dihubungi terkait banyak persoalan pembangunan pabrik gilingan padi yang perlu keterangan ketua Poktan Daya Karya karena ada bantuan bantuan lainnya yang melalui Poktan Daya Karya perlu dipertanyakan.(tim)

DIBACA 3.014 kali

Check Also

Warga Digegerkan Penemuan Benda Bersumbu Yang Diduga Bom

(pelitaekspres.com)- BREBES – Warga masyarakat di Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *