Selasa , Juli 23 2019
Home / HUKUM & KRIMINAL / Tanahnya diserobot, Aleks Polisikan PT. IDK dengan Tuntutan 1 Miliar Rupiah

Tanahnya diserobot, Aleks Polisikan PT. IDK dengan Tuntutan 1 Miliar Rupiah

(pelitaekspres.com) – BETUN – Aleksander Teti Tahu (38), seorang warga Dusun Warga, Dusun Weoe A Timur, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Perbatasan RI – RDTL – Australia merasa dirugikan lantaran tanah yang baru dibelinya dari Herman Klau digusur oleh PT. IDK untuk pembuatan lahan tambak garam tanpa sepengetahuan pemiliknya. Karena tak puas dengan tindakan PT. IDK, Aleks pun melaporkan masalah tersebut ke Polsek Wewiku dengan Tuntutan ganti rugi 1 Miliar Rupiah.

Aleks yang ditemui media ini pada Sabtu (23/3/2019) menceritakan bahwa tanah tersebut dibelinya sejak tahun 2017. Akan tetapi, pelunasan harga tanah di Uluklubuk, Desa Weoe tersebut baru dilakukan pada 17 Februari 2019.

Pada awal Maret 2019, bapak empat orang anak ini kaget ternyata lahan miliknya sudah dibabat habis oleh PT. IDK tanpa sepengetahuan dirinya. Karena itu, pada tanggal 5 Maret 2019, Aleks pun melaporkan masalah tersebut ke Polsek Wewiku.

Pada luas lahan 120×90 meter itu terdapat 305 pohon ende, 15 pohon sagu, 6 pohon jati, 3 pohon tuak, dan beberapa pohon lainnya yang dirusak oleh PT. IDK. Pihak polsek pun segera meninjau lokasi kejadian dan memanggil pihak PT. IDK untuk dimintai keterangan.

“Saya sudah laporkan kejadian ini ke Polsek Wewiku dan menuntut ganti rugi sekurang-kurangnya 1 Miliar Rupiah,” tegasnya.

Selain Aleks, ada beberapa warga lain yang tanahnya juga diserobot oleh PT. IDK. Jangan saja, mereka tidak berani melaporkan karena takut berhadapan dengan pihak kepolisian.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing yang dikonfirmasi media ini membenarkan laporan tersebut. Dikatakan, laporan tersebut telah diserahkan kepada pihak Polres Belu untuk penyelidikan lebih lanjut. (Richi Anyan)

 

DIBACA 8.852 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *