Kamis , Juli 18 2019
Home / NASIONAL / Tahap Akhir Penyelesaian Masalah 6 Desa, Pemkab Halut Pasrah

Tahap Akhir Penyelesaian Masalah 6 Desa, Pemkab Halut Pasrah

(pelitaekspres.com)-TOBELO – Sengketa 6 Desa yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) di provinsi Maluku Utara (Malut) telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Tahapan penyelesaian tersebut terbukti akan dikeluarkannya peraturan Mentri dalam negri (Permendagri), namun Pemkab Halut sendiri pasrah, sehingga terlihat tidak punya jurus dan terkesan tidak sanggup lagi untuk mempertahankan 6 Desa. Sementara 6 Desa yang terdiri dari Desa Pasir Putih, Desa Bobaneigo, Desa Tetewang, Desa Akelamokao, Desa Gamsungi, dan Desa Dum-Dum merupakan wilayah hukumnya Kabupaten Halut.

”Draft Permendagrinya saat ini sudah dibahas di Kemenkumham. Pemerintah Provinsi Maluku Utara sudah serahkan ke pemerintah pusat untuk diputuskan, dan apapun hasil keputusannya kedua kabupaten yaitu Kabupaten Halut dan Halbar siap terima.” ungkap kabag pemerintah pemkab Halut, John Anwar via pesan watshAp, Kamis (11/7).

Pemkab Halut sendiri sangat yakin bahwa keputusan pemerintah pusat dalam hal ini Mendagri Cahyo Kumolo sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

”Yang jelas Permendagri tidak mungkin bertentangan dengan peraturan pemerintah (PP) maupun undang-undang,” kata John.

John juga mengakui keputusan baru terkait penyelesaian masalah 6 Desa oleh pemerintah belum diketahui masyarakat, baginya hal itu baru diketahui para petinggi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

”Memang demikian, yang tahu hanya kemendagri, direktorat toponimi dan batas daerah serta kemenkumham,” akunya.

Dia juga menghimbau agar masyarakat 6 Desa dapat menerima keputusan tersebut. Diharapkan juga agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah 6 Desa.Masyarakat 6 Desa juga dimintai legowo dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, karena kebijakan tersebut diputuskan oleh pemerintah pusat.

”Pemkab halut berharap masyarakat (6 Desa) tetap tenang saja. Lakukan aktifitas keseharian seperti biasa. Karena keputusan terkait penyelesaian tapal batas sudah diserahkan kepada pemerintah pusat,” harapnya. (ais).

DIBACA 5.328 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *