Home / DAERAH / Sekdes Banjarejo Diduga Salahgunakan Berbagai Bantuan Poktan

Sekdes Banjarejo Diduga Salahgunakan Berbagai Bantuan Poktan

(pelitaekspres.com)- PRINGSEWU-
Sekretaris Pekon(sekon /sekdes) Banjarejo,Kecamatan Banyumas ,Kabupaten Pringsewu Muryanto, yang juga sebagai ketua kelompok tani(Poktan) Dayakarya diduga kuat telah menyalahgunakan berbagai jenis bantuan dari pemerintah yang diberikan baik melalui Poktan

Terkait dugaan penyalahgunaan berbagai jenis bantuan melalui Poktan tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya sebut saja J mengatakan bahwa selama Muryanto menjabat sebagai ketua Poktan Dayakarya sekretaris Sumarno dan sekretaris saat itu Darmin sekarang Yatimin dalam pengelolaan Poktan di Banjarejo bukan rahasia umum lagi adanya penyalahgunaan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh sekdes seperti dalam mengelola bantuan mesin gilingan padi yang nilainya mencapai lebih kurang Rp 600 jutaan

Dalam pencairan dana tersebut tahap pertama dan kedua itu dicairkan bersama sama bendahara Poktan yakni Darmin namun pada tahap ke tiga pencairan dana tersebut kata sumber itu tidak melalui Bendahara Poktan lagi Darmin namun langsung buku tabungan diambil oleh ketua Poktan
Muryanto .

“Dalam pencairan dana tahap ke tiga bantuan gilingan padi tersebut ada yang aneh masa bendahara pektan tidak dilibatkan sama sekali dalam pengambilan uang di bank ini ada apa,berarti ada pemalsuan tanda tangan karena tidak ada pergantian bendahara Poktan sama sekali ” terang J kepada wartawan saat bertemu dikediamannya Senin(20/1)

Hal tersebut juga dibenarkan oleh bendahara Poktan saat itu Darmin ,bahwa apa yang terjadi itu benar bahwa sebagai bendahara Poktan dalam pencairan dana tahap ke tiga sebagai bendahara Poktan tidak dilibatkan

“Saya sebagai bendahara Poktan tidak dilibatkan sama sekali pada pencairan dana pembangunan gedung dan pengadaan mesin giling padi” tegas Darmin saat ditemui di salah satu tempat di Banjarejo Selasa(21/1)

Bukan hanya itu kata Darmin,tanah yang digunakan untuk pembangunan gedung gilingan padi tersebut ternyata belum ada hibah dari yang bersangkutan sama sekali

” Itu tidak ada hibah sama sekali kalau hibah dari siapa ,karena tanah tersebut tanah istri saya dan sertifikatnya juga atas nama istri yaitu Saginen ,jadi kalau ada hibah tolong tunjukkan hibahnya ke saya ” lagi lagi tegas Darmin.

Dalam hal bantuan ke Poktan Dayakarya berupa bantuan bajak juga kata sumber yang berinisial JB saat ditemui dikediamannya Selasa (21/1) mengatakan bahwa bantuan traktor tersebut masih diberikan ke Pekon lain yakni di kecamatan Sukoharjo yang bukan kelompok tani Dayakarya yang ada di Pekonnya Banjarejo.

“Itu ada Salah satu traktor bantuan ke Poktan Dayakarya diberikan ke salah satu orang yang bernama
Arman di Kaliduren,Pekonnya Sinar baru ,kecamatan Sukoharjo ada apa itu ,itu apa bisa dibenarkan “kata JB menjelaskan pada wartawan.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh istrinya Arman saat didatangi ke kediamannya dimana saat ditanya dia menjelaskan bahwa traktor yang dipakai merupakan traktor milik Muryanto selaku sekdes Banjarejo .

“Traktor yang saat ini dipakai merupakan traktor milik Muryanto sekdes Banjarejo” kata istri Muryanto Fina.

Sementara yang bersangkutan ketua Poktan sekaligus sebagai sekdes Banjarejo Muryanto sampai berita ini diturunkan selalu yang menerima telpon selalu istrinya seperti saat dihubungi Selasa (21/1) dan juga sebelumnya selalu alasan bahwa suaminya pergi tidak membawa telpon

“Ya pak suami saya tidak ada lagi ke Pringsewu tidak bawa telpon ” pungkasnya ( Tim)

DIBACA 3.524 kali

Check Also

BPS awali Sensus penduduk 2020 di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan

(pelitaekspres.com)-KALIANDA-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan mengawali sensus penduduk 2020 secara online dari Pelaksana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *