Senin , Mei 27 2019
Home / ADVERTORIAL / Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Hadiri Malam Pembukaan MTQ ke-47 di Tulangbawang Barat

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Hadiri Malam Pembukaan MTQ ke-47 di Tulangbawang Barat

(pelitaekspres.com)-TUBABA- Ribuan masyarakat tumpah ruah hadiri malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Lampung kali ke-47 di Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Pukul 19.00 Wib.

Sekitar 8 ribu umat muslim dari 15 Kabupaten Kota memadati area kompleks Islamic Center, Kelurahan Panaragan Jaya, Tulangbawang Tengah pada sabtu malam (27/4/2019).

Pembukaan MTQ tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo, dihadiri Duta Besar Palestina Zuhair Al Shun, Prof.Dr.Muhammadiah Amin.M.Ag selaku Dirjen Binmas, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Drs.H Zuhaili.M.Ag, Wagub Bachtiar Basri, para Bupati 14 Kabupaten Kota, dan seluruh pejabat teras Pemkab Tubaba.

Gubernur Ridho mengapresiasi keunikan MTQ ke-47 di Tubaba yang sarat kreatifitas seni. Dengan konsep Instalasi berbahan bambu berjalan sukses dan meriah dengan Tema “Allah Memberi Waktu, Kita Menuju Cahaya”

Menurut Ridho. Tubaba bisa menjadi contoh kabupaten lain untuk menampilkan kreatifitas dan keunikan pada penyelenggaraan MTQ yang akan datang.

“Alhamdulillah hari ini saya melihat daerah Tubaba sangat banyak berubah menjadi jauh lebih baik di bawah kepemimpinan pak Bupati Umar Ahmad. Bukan hanya itu kini sudah menjadi daerah tujuan dan perlintasan jalan tol. Saya mengapresiasi kesiapan Pemkab Tubaba sebagai tuan rumah MTQ ke-47 tahun 2019 ini.” Kata Ridho dalam sambutannya.

Lanjut nya, dia  menilai pembangunan di Tubaba bukan hanya mengalami peningkatan pada infrastruktur tapi juga peradaban masyarakatnya.

“Meskipun sebagai salah satu kabupaten yang paling muda tetapi sangat cepat progres pembangunannya dengan berbagai keunikan seni budaya yang dimiliki.” Ujarnya.

Pasca pesta demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini, Ridho berharap masyarakat Lampung tetap kondusif dan tetap menjaga persatuan juga kesatuan yang ada.

“Dalam suasana hiruk pikuknya tahun politik, sebagai umat yang religius kita harus tetap menjaga kerukunan, ketentraman, dan kedamaian. Perbedaan pandangan politik tidak harus menjadikan kita saling menghina dan merendahkan, apalagi dengan sesama saudara se-akidah.” Harapnya.

Ridho berharap, pada MTQ ke-47 tahun 2019 ini dapat menjadikan masyarakat membumikan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an. Sebab, hal itu dapat menjadi benteng terakhir menjaga pertahanan keluarga, bangsa dan Negara. Ridho juga menyinggung inovasi MTQ kali ini. Pendaftaran peserta menggunakan aplikasi e-MTQ berbasis NIK.

“Saya berharap ini mampu menjadi langkah inovatif untuk memastikan pronsip objektifitas dan keadilan kepada peserta, sehingga setiap daerah betul-betul memberikan qori dan qoriah terbaik untuk perwakilannya hingga kancah Nasional dan Internasional.” Tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tubaba Umar Ahmad mengucapkan terimakasih telah diberikan kesempatan kepada Kabupaten Tulangbawang Barat menjadi tuan rumah pada MTQ ke-47 Tingkat Provinsi Lampung. Bahkan dia juga menjelaskan, sejumlah konsep dan inovasi yang dilakukan di MTQ kali ini.

“Di Arena MTQ Ke-47 Provinsi Lampung ini, ada simbol perjalanan manusia dalam memanfaatkan waktu antara lain tercermin dalam Lorong Waktu, Ini merupakan sebuah terowongan bambu yang merupakan jalan akses menuju jalan mimbar utama MTQ, di Kompleks Islamic Center.” Kata Umar.

Jelasnya, konsep empat konstruksi batang bambu yang terdiri dari Lorong tersebut membentuk Bubu (alat buat menangkap ikan air tawar) sepanjang 200 meter, yang melambangkan kondisi keberadaan wilayah Tubaba yang banyak genangan air, embung dan dilintasi sungai.

“Bubu tersebut menjadi lorong waktu perjalanan manusia supaya tidak merugi. Kemudian 9 Menara, yang melambangkan jumlah kecamatan di Tubaba, dimana lima menara didirikan di lorong waktu sebagaimana pengingat waktu sholat dan empat menara lainnya mengelilingi titik orientasi yang melambangkan arah mata angin utama.” Katanya.

Kemudian dilanjutkan bangunan Kafilah dan Dome panggung atau Mimbar yang berfungsi panggung utama. Domenya mengambil analogi bentuk rebung bambu yang merupakan tunas awal kehidupan di bumi. Interiornya dibuat seperti gua hira tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama.

“Semoga kita semua termasuk orang orang yang berkualitas terbaik orang orang yang selalu bersyukur. Untuk itu mudah-mudahan penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Tubaba dapat menjadi sarana bagi Umat Islam untuk semakin menghargai waktu, memanfaatkannya untuk meraih cahaya dari sang khaliq.” Imbuhnya. (ADV)

 

 

DIBACA 7.670 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *