Home / POLITIK / Perekrutan Calon Anggota PPK Diduga ada Permainan

Perekrutan Calon Anggota PPK Diduga ada Permainan

(pelitaekspres.com)- SUKADANA- Seratus soal rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) saat Test menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT), Pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 yang dilaksanakan di SMA N 1 Simpang Sribawono, diduga sudah jebol.

Pasalnya, salah satu peserta dari kecamatan Batanghari Nuban mampu mengerjakan 100 soal dengan waktu kurang dari 16 menit mendapatkan nilai yang hampir sempurna yaitu 95. Padahal, waktu yang di tetapkan oleh KPU dalam mengerjakan 100 soal tersebut satu setengah jam lamanya (90menit) .

Selain itu juga terdapat kejanggalan saat peserta dari kecamatan sukadana yang enggan disebutkan namanya mengatakan saat sedang mengerjakan soal melalui sistem CAT setelah semua soal dikerjakan tapi ada soal yg tidak terisi secara otomatis.

“saya merasa aneh aja bang padahal soal-soal yang saya kerjakan semuanya sudah saya baca dan saya jawab, saya klik satu-persatu melalui mause komputer tapi waktu pas mau saya selesaikan ada sekitar 20 soal lebih yang belum terisi”. sungguh Aneh bin ajaib ujarnya, Kamis (30-01-2020).

Sementara itu peserta dari Kecamatan Bumi Agung BA juga menuturkan bahwa perekrutan calon anggota PPK tersebut diduga sudah ada permainan dengan beberapa peserta dari kecamatan tertentu. “kemungkinan besar para peserta yang lulus itu adalah mereka yang sudah mendapatkan kisi kisi jawaban”. Terangnya.

Sedangkan Ketua KPU Lampung Timur Wasiat Jarwo Asmoro menyangkal dengan adanya kebocoran soal, karna soal 100 ini di buat oleh kabupaten kota dan provinsi.

” Iya bisa saja dia ngasal nebak-nebak, atau kalau dia memang mampu hal ini. Kalau saya mengerjakan soal ini, hanya membutuhkan waktu 30 menit selesai,” akui Jarwo.

Sementara Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) PWI Lampung Timur meminta KPU setempat mengklarifikasi dan bertanggung jawab, terkait dugaan kebocoran soal tes tertulis dengan metode computer assisted test (CAT) calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Hal itu diungkapkan Ketua Mappilu, Eko Arief Yulianto didampingi Ketua PWI Lamtim, Musannif Effendi, yang menyatakan sangat prihatin.

“Kita minta KPU Lamtim mengklarifikasi adanya informasi dugaan kebocoran soal pelaksanaan tes tertulis, sesuai aturan dan mekanisme yang ada di hadapan publik,” kata dia, Jum’at, 31 Januari 2020.

Mappilu Lamtim mengingatkan beberapa komisioner KPU Lamtim pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, sudah pernah dijatuhi vonis sanksi peringatan keras oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI).

Itu karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu, bahkan dengan sanksi terberat berupa pemecatan Ketua KPU Lamtim, dengan surat Nomor: 118/PKE/DKPP/VI/2019.

“Jangan sampai ada lagi kerja-kerja tidak profesional yang dilakukan komisioner KPU Kabupaten Lamtim, yang efeknya akan menciderai proses pilkada yang akan berlangsung tahun ini,” (Nasir)

DIBACA 1.528 kali

Check Also

Azuwansyah Anggota DPRD Lampung Hadiri HUT Pekon Merbau Ke-33

(pelitaekspres.com)-TANGGAMUS-Pekon Merbau Kecamatan Kelumbayan Barat Kabupaten Tanggamus merayakan ulang tahun pekonnya yang ke-33, pada (27/2/2020), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *