Selasa , Agustus 20 2019
Home / NASIONAL / Pemrov DKI Bermitra Dengan Selandia Baru Tingkatkan Kemampuan Digital ASN

Pemrov DKI Bermitra Dengan Selandia Baru Tingkatkan Kemampuan Digital ASN

(peltaekspers.com), JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Selandia Baru dalam meningkatkan kemampuan digital Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan pelayanan publik yang berbasis teknologi digital. Pemprov DKI Jakarta melalui unit pengelola Jakarta Smart City lantas menjadi tuan rumah atas penyelenggaraan Seminar Internasional dan Lokakarya bertajuk ‘Dukungan TIK untuk peningkatan Ease of Doing Business’ di Ruang Seribu Wajah, Gedung Blok G Lantai 22, Balaikota Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Perlu diketahui, Pemerintah Selandia Baru memberikan komitmen pembiayaan untuk membantu Indonesia melakukan peningkatan kemampuan ASN dalam memahami kebutuhan warga dan meningkatkan pelayanan publik secara digital.

Komitmen pembiayaan tersebut juga diimbangi dengan komitmen anggaran pendamping dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, untuk membiayai serangkaian aktivitas dalam melakukan pelatihan peningkatan kemampuan ASN di daerah bersangkutan.

“Kami berharap, dengan adanya kemitraan bersama Pemerintah Selandia Baru ini dapat benar-benar meningkatkan pelayanan publik dengan transformasi digital. Kami dapat berkaca dan belajar dari pengalaman yang sudah dilakukan di Selandia Baru. Kami di Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu Kota, memudahkan perizinan membuka usaha, yang dalam praktiknya nanti bisa menggunakan teknologi digital. Harapannya, teknologi digital bisa semakin memudahkan warga,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania.

Delegasi Selandia Baru yang hadir untuk berbagi pengalaman dan memfasilitasi seminar dan lokakarya adalah perwakilan dari Victoria University of Wellington, Creative HQ, Datacom dan Foster Moore. Topik yang akan dibahas, antara lain Kemudahan Menjalankan Usaha (Ease of Doing Business), micro-credentials, design sprint untuk layanan publik, Customer Relations Management untuk Pemerintah Daerah dan sistem pendaftaran bisnis.

Dukungan penuh atas inisiatif kerja sama ini diberikan oleh Pemerintah Selandia Baru. Diana Permana, Komisioner Dagang Selandia Baru (Trade Commissioner of New Zealand Trade and Enterprise) menyampaikan, kegiatan ini merupakan prospek kemitraan jangka Panjang antara Pemerintah Selandia Baru, Pemerintah Daerah di Indonesia, universitas dan perusahaan di kedua negara.

“Kami percaya bahwa kemakmuran yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemitraan internasional. Membangun kota dan komunitas yang sustainable melalui inisiatif Smart City adalah salah satu contoh bagaimana perusahaan di Selandia Baru bekerja sama dengan pemerintah, institusi pendidikan dan anggota masyarakat,” ujarnya.

Kuatnya aspirasi dari pemerintah daerah di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan layanan publik berbasis digital ini menjadi kesempatan untuk ASN daerah guna belajar langsung dari pengalaman terbaik di dunia.

“Pemerintah Selandia Baru berkomitmen untuk membantu negara mitra belajar dari revolusi digital yang telah dialaminya. Di Selandia Baru, lebih dari 70% interaksi pemerintah dan penduduknya sudah terjadi melalui platform digital. Ini membuat Selandia Baru sebagai salah satu negara yang memimpin dalam hal layanan publik berbasis digital (digital nation) dan mendukung posisi kami sebagai nomor 1 dalam hal Transparansi dan Kemudahan Menjalankan Usaha (Ease of Doing Business). G2G Know-How Selandia Baru ingin mengambil peran sebagai ‘Layanan Satu Pintu’ bagi pemerintah negara mitra kami, yang ingin mengakses keahlian dan pengalaman terbaik kami, di sektor pelayanan publik maupun sektor swasta,” ujar Malcolm Millar, Direktur Eksekutif Government to Government Know-How (G2G Know-How).

Diketahui, rangkaian pertama Seminar Internasional dan Lokakarya ini dilaksanakan di Bandung, 25-26 Februari 2019 dengan tuan rumah pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran, serta dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Sementara itu, seminar dan lokakarya yang sama kembali dilakukan di Jakarta, pada 27-28 Februari 2019, dengan tuan rumah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, difasilitasi oleh unit pengelola Jakarta Smart City.(Ivn/Sugng)

 

 

DIBACA 7.611 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *