Sabtu , Desember 7 2019
Home / ADVERTORIAL / Pemkab Lamteng Kejar Bantuan Rp30-50 Miliar Untuk Pembangunan RPH Terpadu.

Pemkab Lamteng Kejar Bantuan Rp30-50 Miliar Untuk Pembangunan RPH Terpadu.

(pelitaekspres.com)-GUNUNGSUGIH-Berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bakal dilaksanakan di Lampung Tengah. Salah satunya budidaya ternak bebek pedaging dan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) terpadu.

Hal ini setelah Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto beraudiensi langsung dengan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian Syamsul Ma’arif, Rabu (24/4/2019) lalu.

Bupati Loekman Djoyosoemarto menjelaskan, kunjungan ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian tersebut mendapat respons yang sangat baik. Melalui audiensi, paparan sekaligus usulan program yang disampaikan Loekman akan ditindaklanjuti.

Seperti pembuatan RPH terpadu, kata Loekman, dalam satu lokasi akan ada beberapa aktivitas, yakni RPH, laboratorium, pos kesehatan hewan, dan pasar ternak. Alasan pembangunan RPH terpadu karena di Lamteng

memiliki feedlot (perusahaan penggemukan sapi) dan setiap tahun tercatat ada 120 ekor sapi keluar Provinsi Lampung.

“Selama ini sapi yang keluar masih dari Lampung Tengah masih dalam keadaan hidup. Nah, di DKI Jakarta sekarang tidak ada lagi RPH dan yang masuk ke sana sudah dalam bentuk daging bukan sapi hidup,” bener Bupati Loekman, Kamis (25/4/2019).

Ditjen PKH Kementerian Pertanian siap untuk mendukung rencana pembangunan RPH terpadu. Namun, Pemkab Lamteng harus lebih dulu membuat e-proposal dan menyiapkan lokasi. E-proposal itu nantinya akan ditindaklanjuti.

“Gambaran dana bantuan Rp30-50 miliar (untuk pembangunan RPH terpadu berikut sarana pendukungnya, red).

Untuk lokasi nantinya direncanakan di sekitar Jalur Lingkar Barat,” terang Bupati Gotong royong ini. Jika fasilitas RPH terpadu nantinya sudah terealisasi, sambung Loekman, pihaknya akan dipertemukan dengan

gubernur DKI Jakarta untuk menjalin kerjasama suplai daging sapi.

Selain RPH terpadu, budidaya ternak bebek potong menjadi pembicaraan pada pertemuan itu. Diketahui, suplai bebek pedaging untuk kebutuhan konsumsi masih sangat rendah. Seperti halnya di Jakarta baru tercukupi sekitar 40 persen.

“Satu tahun perhitungannya dibutuhkan sekitar 60 ribu ton bebek pedaging. Ini sangat potensial untuk dikembangkan,” kata Loekman.

Budidaya ternak bebek pedaging, diyakni Loekman, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.

Bagaimana mengenai pemasaran? Menurutnya, soal pemasaran bebek pedaging tidak perlu khawatir. Sebab, akan dibantu pemerintah. (ADV)

 

DIBACA 7.660 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *