Jumat , Desember 14 2018
Home / POLITIK / Panitia Pilkakon Diduga Tidak Netral

Panitia Pilkakon Diduga Tidak Netral

(pelitaekspres.com)-PRINGSEWU-Pemilihan Kepala Pekon (pilkakon) yang akan berlangsung secara serentak di Kabupaten Pringsewu besok Rabu (10/10) rupanya di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluih yang diikuti dua peserta yakni Saeful Rahman nomor urut 1(satu) dan Adek nomor urut 2(dua) sudah dihiasi dengan kecurangan berupa money politik yang dilakukan calon peserta pilkakon

Berdasarkan laporan calon nomor urut 1 nomor 1/Lap/IX/2018 tanggal 8 September 2018 kepada sekretariat pilkakon terkait adanya money politic yang dilakukan calon nomor urut 2(dua) Adek dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 juta langsung panitia mengundang kedua belah pihak dan berdasarkan hasil musyawarah dibuatlah kesepakatan dan saat ini barang bukti berupa uang Rp 1 juta di amankan ketua BHP

Terjadinya maney politic tersebut ternyata benar diakui oleh H.Adek bahwa apa yang dilakukannya yang dapatkan Saeful Rahman memang benar itu money politic dengan membuat surat pernyataan, anehnya kata Saeful Rahman dari panitia pilkakon tidak ada tindak lanjutnya atas pengakuan H.Adek.

“Itu sudah jelas money politic yang dilakukan H.Adek dan sudah diakuinya didepan panitia pilkakon serta para saksi lainnya, yang saya sesalkan kenapa tidak ada tindakan kepada yang bersangkutan “tegas Saeful Rahman saat memberikan keterangan kepada wartawan Selasa (9/10).

Pengakuan H.Adek yang telah melakukan money politic juga dibenarkan oleh ketua Badan Hippun Pemekonan(BHP) Rudianto bahwa yang bersangkutan H.Adek sudah mengakui perbuatannya melakukan money politic pada saat dibuatnya surat pernyataan.

“Itu kan ada pak surat pengakuan H.Adek bahwa dia sudah mengakui perbuatannya dan sudah dibuat surat pernyataan tetapi kalau sangsi itu urusannya ketua panitia” kata ketua BHP Pekon Srikaton.

Berbeda dengan ketua panitia pilkakon Makmuri yang seolah-olah menutupi terjadinya money politic, bahkan Makmuri mengatakan itu uang yang diberikan oleh calon Nomor urut 2 (dua) H.Adek merupakan infak bukan maney politic padahal sudah jelas-jelas diakui oleh yang bersangkutan sebagai maney politic “Itu bukan money politik tetapi inpak”, kelitnya.

Namun camat Adiluih Sutaryo saat dihubungi via ponselnya mengakui persoalan terjadinya money politics sudah diserahkan ke panitia pilkakon Pekon Srikaton dan sebagi camat dirinya mengakui hal tersebut tetapi sudah diselesaikan melalui panitia pilkakon.

“Persoalan tersebut sudah diserahkan kepada panitia pilkakon” kata Sutaryo, sementara yang bersangkutan H.Adek sama sekali tidak bisa dihubungi nomor telpon selulernya berkali-kali ditelpon tetap saja tidak aktif.(Aan)

DIBACA 5.369 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *