Minggu , Februari 17 2019
Home / HUKUM & KRIMINAL / Menyoal ILC Malam Ini: Tidak Benar, Hukum “Tajam Sebelah”!

Menyoal ILC Malam Ini: Tidak Benar, Hukum “Tajam Sebelah”!

(pelitaekspres.com)-BANDARLAMPUNG – “Tidak benar itu! Kuliah ilmu hukum yang saya pelajari sampai sekarang S-3, saya tahunya prinsip kesamaan kedudukan di muka hukum, equality before the law. Tak ada itu hukum tajam sebelah!”

Berondongan kalimat berapi-api itu disampaikan advokat muda Lampung, Resmen Kadapi SH MH melalui sambungan telepon, pukul 13.28 WIB, menanggapi tema program acara diskusi interaktif Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa (12/2/2019), nanti malam.

“Yang benar itu, hukum berlaku setara, tidak tebang pilih, tak pandang bulu. Hukum adalah panglima. Dasar negara kita, Pancasila, sumber dari segala sumber hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Titik. Itu aja kalo saya,” sela tim ahli hukum Walikota Bandarlampung Herman HN itu menjawab redaksi, seperti hendak meluruskan.

Diketahui, Presiden ILC, Karni Ilyas, menginformasikan tema diskusi edisi spesial Hari Ulang Tahun (HUT) tvOne ke-11 malam ini, di postingan akun Twitter @karniilyas miliknya, Senin (11/2/2019) petang.

“Dear Pencinta ILC, diskusi kita pada Edisi Ulang Tahun tvOne, Selasa besok berjudul “Potret Hukum Indonesia 2019: Benarkah Tajam Sebelah?” Selamat menyaksikan. #ILCPotretHukumIndonesia” posting Karni.

Masih kata mahasiswa S-3 Ilmu Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta ini, Kadapi mengutip materi kuliah umum hukum Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, yang juga mantan Koordinator Kontras, Haris Azhar di STH Gunung Jati Tangerang, Juli 2018.

“Saya baca di situ, memang benar apa yang Bung Haris tulis, menegakkan equality before the law bukan tanpa hambatan. Ada empat kalo gak salah, hambatan yuridis, politis, sosiologis, dan psikologis,” kutip Kadapi.

“Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menegaskan semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. Makna equality before the law ditemukan di hampir semua konstitusi negara. Inilah norma yang melindungi hak asasi warga negara.”

“Kesamaan di hadapan hukum berarti setiap warga negara harus diperlakukan adil oleh aparat penegak hukum dan pemerintah. Maka setiap aparat penegak hukum terikat secara konstitusional dengan nilai keadilan yang harus diwujudkan dalam praktik.”

“Ini materi kuliah umum lho ya? Jadi ini tantangan rezim hukum dan atau negara hukum belahan bumi manapun. Fiat justitia ruat caelum, hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh,” ia berfilosofi.

Belum puas, Kadapi mengaitkannya dengan mencuplik portofolio programatik pemerintah saat ini. “Hormat saya untuk beliau (Karni Ilyas). Secara diskursus naratif bolehlah itu, tapi secara substantif, saya jelas lebih sependapat pembangunan hukum di era rezim pemerintahan Jokowi-JK hari ini ialah wujud pelurusan, penjernihan, serta penyempurnaan pembangunan hukum rezim sebelumnya,” ungkap dia.

Dikenal luas die hard Jokowi, Kadapi mengutip pula, misi keenam dokumen Visi Misi Calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, sebagai narasi tunggal pembangunan hukum lima tahun ke depan, yang patut ditagih jika terpilih-terlantik kembali.

“Misi keenam Jokowi-Ma’ruf Amin, penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya,” ujar Ketua BPD Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Lampung ini.

“Dengan melanjutkan penataan regulasi, melanjutkan reformasi sistem hukum dan proses penegakan hukum, pencegahan dan pemberantasan korupsi, penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM, dan mengembangkan budaya sadar hukum,” papar dia lagi.

“Ini tekstual memang. Tapi apapun itu, seperti Presiden Jokowi bilang, pesimisme harus kita lawan, optimisme harus kita bangun. Salam buat Bang Karni, Presiden ILC kita itu,” tutup Kadapi.

Sementara, Koordinator Tim Pembela Jokowi (TPJ) Lampung Faisal Chudari yang dihubungi, tidak memberikan tanggapannya. Pesan WhatsApp redaksi pukul 10.49 WIB, tak juga dibalas Ketua Dewan Kehormatan Peradi Bandarlampung itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi perubahan tema diskusi ILC tvOne malam nanti. Sekira 4 jam lalu, Karni Ilyas mencuit ulang postingan akun resmi @ILCtv1.

“SAKSIKAN ILC MALAM INI Edisi Ulang Tahun tvOne >> “Potret Hukum Indonesia 2019: Benarkah Tajam Sebelah?” | LIVE Pkl 20.00 WIB tvOne | Jgn sampai terlewat! #ILCPotretHukumIndonesia @karniilyas,” postingan itu. [red/mzl]

DIBACA 6.987 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *