Senin , September 23 2019
Home / DAERAH / LSM Lipan Minta LPA Pesawaran di Bubarkan

LSM Lipan Minta LPA Pesawaran di Bubarkan

(pelitaekspres.com)- PESAWARAN-Terkait informasi bahwa Ketua Lembaga Perlindugan Anak (LPA) Kabupaten Pesawaran yang menjadi Pengacara NS Oknum Kepala Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran yang merupakan terduga Kekerasan terhadap anak di bawah umur,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Independen Pemantau Angaran Negara (Lipan) minta agar LPA Pesawaran di Bubarkan karena sang Ketua LPA telah meyalahi tugasnya.

Hal itu di katakan Sumarah kepada media ini sabtu (07/09)menurut nya LPA pesawaran seharus nya dapat melaksakan tugas nya yaitu memberikan perlindugan terhadap anak yang menjdi korban kekerasan bukan menjadi pelindung pelaku kekerasan terhadap anak,jadi pihak nya menilai agar LPA Pesawaran layak di bubarkan.

“Mungkin ini merupakan kejadian yang sangat Lucu dan memalukan bagi lembaga yang merupakan wadah perlindugan bagi anak korban kekerasan,ini malah ketua LPA nya jadi pengacara pelaku terduga kekerasan terhadap anak di bawah umur,ini kan gak bener lebih baik bubarkan saja LPA atau ganti ketua nya,”cetus Sumarah.

Seharus nya,masih kata Sumarah LPA berfungsi dan berperan sebagai Lembaga pengamat dan tempat pengaduan keluhan masalah anak kemudian Lembaga Pelayanan Bantuan Hukum untuk beracara di pengadilan mewakili kepentingan anak lalu menjadi Lembaga Advokasi, Lobi dan Mediasi untuk kepentingan anak kemudian juga menjadi Lembaga rujukan Untuk pemulihan dan penyatuan kembali anak dan yang terpenting dapat menjadi Lembaga kajian kebijakan dan perundang undangan,dan Peraturan Daerah Tentang Anak, selain itu juga dapat menjadi Lembaga pendidikan,pengenalan dan penyebarluasan informasi tentang hak anak dan Lembaga pemantau implementasi hak anak karena Lembaga ini merupakan mitra pemerintah dan negara dalam mencapai tujuan pemenuhan hak anak serta Lembaga konsultasi untuk anak.

“jadi sudah jelas kok Pungsi Dan Tugas LPA,yaitu melindugi anak bukan menjadi pelindung pelaku kejahatan kekerasan terhadap anak seperti yang di lakukan oleh Mbak Nurul,masa dia malah jadi pengacara nya Nana Sutrisna padahal jelas jelas bahwa Nana sutrisna adalah terduga kekerasan terhadap tiga anak di bawah Umur yang kini di tanguhkan penahan nya,”cetus Sumarah.

Sumarah juga menyesalkan Nurul Hidayah SH.MH yang merupakan Ketua LPA Kabupaten ini karena menurut nya bahwa langkah yang di lakukan tidak sesuai dengan misi LPA yang bertujuan untuk Meningkatkan upaya perlindungan anak melalui peningkatan kesadaran pengetahuan dan kemampuan masyarakat serta meningkatkan kualitas lingkungan yang memberi peluang, dukungan dan kebebasan terhadap mekanisme perlindungan anak dan yang terahir Memberikan advokasi hukum dan pendampingan terhadap anak-anak agar terpenuhi hak-haknya.

“jadi kami berharap agar LPA propinsi lampung dapat meninjau ulang terhadap kepengurusan LPA yang ada di pesawaran bila perlu ganti saja ketua LPA nya yang di anggap tidak sejalan dengan visi misi dan Tugas LPA dari pada hal ini akan merusak citra LPA se indonesia,”Tegas Sumarah.

Sementara itu,saat di konfirmasi terkait informasi bahwa Nurul Hidayah SH MH yang merupakan Ketua LPA kabupaten pesawaran menjadi Kuasa NS Oknum Kades Mada Jaya,melalui pesan WA membenarkan bahwa dirinya menjadi pengacara dari Nana Sutrisna yang merupakan terduga Kekerasan terhadap tiga anak di bawah umur yang merupakan warga nya sendiri.

berikut ini konfirmasi media ini dengan Nurul Hidayah SH MH, “Mau tanya mbak isu apa pakta kata nya mbak nurul jadi pengacara nya Kades mada jaya…..
Kemudian Nurul Hidayah menjawab Iya Feri Penasehat hukum Nana Sutisna,Bisa saja Khan sy Profesi siapa yg memberi kuasa ke sy itu ada Klien sy sesuai Undang-undang Advokat nomer 18 th 2008,” ujar Nurul Hidayah.

Meski demikian pihak nya juga mengaku tetap konsen melakukan pembelaan terhadap korban kekerasan anak bahkan pihak nya juga masih melakukan pembelaan terhadap korban kekekeran sexsual yang di alami oleh masyarakat kedodong.

“Tapi di masalah anak yang lain saya tetap dampingi seperti Anak SMK Kedondong yang jadi korban kekerasan seksual sampai hamil pelaku tidak tanggung jawab. Perkara sudah kami laporkan ke PPA Polres Pesawaran,”pungkas Nurul.(Feri)

DIBACA 5.461 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *