Rabu , Oktober 16 2019
Home / NASIONAL / Lomba Permainan Anak Tradisional, Resmi di Helat

Lomba Permainan Anak Tradisional, Resmi di Helat

(pelitaekspres.com)-SOFIFI – Dalam rangka memperingati HUT ke-20 Provinsi Maluku Utara (Malut), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Malut menggelar sejumlah permainan anak tradisional. Kegiatan yang dipusatkan di lokasi wisata pantai Guraping, Kamis (10/10) ini dibuka secara resmi oleh Plt Sekprov Malut, Bambang Hermawan.

Dalam sambutannya, Bambang mengatakan dengan melihat keceriaan anak-anak, jadi ingat masa kecil dahulu. Yang saat ini sudah berumur 50-an tahun kata dia masa kecilnya adalah masa kecil yang bahagia, masa kecilnya yang penuh permainan, penuh interaksi sesama, tidak mengenal namanya gadget.

“Ini yang kita upayakan untuk mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan anak-anak, agar tidak terkungkung pada arus tekhnologi yang memberikan pengaruh negatif,” kata Bambang langsung disambut tepuk salut oleh anak-anak.

Pada Ulang Tahun Sofifi yang ke 20, kata Bambang, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berupaya menjadikan Sofifi sebagai daerah layak anak, daerah yang mampu menumbuh kembangkan hak-hak anak. “Itu tekad kita, Sofifi sebagai rumah layak anak. Yang diinginkan anak-anak adalah ruang bermain yang layak, tidak membahayakan, ruang untuk melaksanakan interaksi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Bahkan, mantan Plh Gubernur ini bertekad jadikan Pantai Wisata Guraping yang menjadi lokasi kegiatan ini menjadi taman untuk anak-anak.

Sementara, Plt Kadis PPPA Musyrifah Alhadar mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah konvensi hak anak, merupakan wujud nyata atas upaya perlindungan terhadap anak. Konvensi mengatur prinsip prinsip dasar perlindungan anak agar hidup . . .

. . . anak lebih baik sejak indonesia meratifikasi hak anak di tahun 90an, banyak kemajuan yang telah diturunkan oleh pemerintah Indonesia.

“Melaksanakan konvensi hak anak ini karena negara yang mengakui akan konvensi anak-anak, dengan sendirinya mengakui sepuluh hak anak yang harus dipenuhi satu diantaranya adalah hak bermain,” papar Musyrifah dalam laporannya

Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan lomba permainan tradisional anak adalah sebagai upaya untuk melestarikan budaya daerah setempat bagi anak anak di jaman millennial saat ini, serta untuk memeriahkan hari ulang tahun provinsi Maluku Utara yang ke-20 tahun.

“Dengan tujuan agar anak-anak dapat kembali berinteraksi dengan temen-temen sebayahnya dan menghabiskan masa anak-anak dengan penuh ceria tanpa terbebani dengan tugas sekolah dan terbelenggu dengan permainan gadget yang saat ini marak,” ujarnya

Sementara, hasil diharapkan dari kegiatan ini kata Musyrifah, anak-anak dapat belajar bekerja sama dengan temen-temannya dan membentuk tim yang hebat, anak menjadi anak yang kreatif dalam menciptakan suatu permainan maupun keterbatasannya menghasilkan yang bermanfaat.

Diketahui, Peserta yang mengikuti lomba permainan anak tradisional ini sekitar 300 anak, yang terdiri dari 17 SD yang berasal dari kecamatan Oba Utara. Dengan jenis lomba yaitu lomba boy beregu putra, lomba merdeka pusa, putra lomba cenge-cenge perorangan putri lomba merdeka pusa, Lomba Kelereng, Lomba Kledu/Kelera, lomba Cenge-cenge, dan lomba Sem. (ais).

 

 

 

DIBACA 5.014 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *