(pelitaekspres.com) -BLITAR – Pembangunan Jembatan di Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, kontraktor pelaksana optimis selesaikan tepat waktu  perpanjangan yang sudah diberikan oleh BPBD Kabupaten Blitar.

Hal tersebut di ungkapkan asisten pelaksana proyek Supriono saat dikonfirmasi awak media mengatakan, dari progres yang belum diselesaikan tinggal 20 persen. Pasalnya, pekerjaan yang paling berat yakni anggunan sudah terselesaikan.

Guna mempercepat penyelesaian pelaksanaan pekerjaan lanjutan pihaknya juga telah mendatangkan alat-alat berat dari PT WIKA untuk mobilisasi pemasangan Girder.

“Mulai besok pagi (Jumat, 19/1/2024) sudah datang, lalu di setting untuk pemasangan Girder. Mudah-mudahan Minggu ini selesai, kemudian tinggal finishing,” ungkapnya, Kamis (18/1/2024).

Percepatan penyelesaian pembangunan Jembatan Dawuhan ini juga dipastikan selesai oleh Anggit Candra selaku konsultan pengawas (Cv Adhirajasa Ciptana Engineering). Dirinya merasa optimis selesai setelah pemasang Girder.

“Sambil menunggu umur pemasang Girder, nanti kita bisa mengejar progres pemasangan batu,” ujarnya.

“Selain itu, agar target progres terpenuhi, kita instruksikan penambahan pekerja yang sebentar lagi datang, juga material jangan sampai putus,” lanjut Anggit.

Sementara, proyek senilai Rp,7 miliar lebih ini seharusnya rampung pada 22 Desember 2023 lalu. Karena sulitnya Medan lokasi proyek, kemudian pihak kontraktor mengajukan penambahan waktu sampai10 Februari 2024.

Ditempat terpisah Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto menyampaikan, alasan perpanjangan waktu itu diberikan karena faktor lokasi yang sulit dikerjakan.

Ditemui awak media, Ivong juga menambahkan, meski telah diberikan perpanjangan waktu, sesuai aturan dan peraturan kontraktor tetap dikenakan sanksi denda keterlambatan.

“Yang jelas ada adendum yang telah disepakati sesuai prosedur, antara Pelaksana, Konsultan Pengawas dan dinas. Selain itu, kontraktor juga dikenakan denda keterlambatan,”pungkasnya.(Mst)