Home / DAERAH / Ketua KKM PAMSIMAS pekon Banjarejo Ancam Robek Mulut Pemilik Tanah

Ketua KKM PAMSIMAS pekon Banjarejo Ancam Robek Mulut Pemilik Tanah

(pelitaekspres.com) -PRINGSEWU – Ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat(KKM) program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas ,Kabupaten Pringsewu Warsito mengancam akan merobek mulut pemilik tanah yang bernama Tukino jika  mengatakan bahwa tanahnya belum dihibahkan ke pekon untuk program PAMSIMAS.

Hal tersebut disampaikan ketua KKM Warsito saat dikonfirmasi terkait hibah tanah untuk pembangunan penampungan air PAMSIMAS dirumahnya Dimana ketua KKM terlihat emosi saat dikatakan bahwa penampungan air itu menurut Tukino salah satu ahli waris dari lima orang ahli waris mengatakan bahwa penampungan air sama sekali ahli waris belum menghibahkan dan tidak akan menghibahkan apalagi menjualnya.

“Siapa yang bilang belum menghibahkan itu sudah ada hibahnya jika Tukino ngomong seperti itu saya robek mulutnya nanti saya panggil ,dia sebagai saksi sama lurah Herman kok ngomong tidak pernah menghibahkan” tegas Warsito dengan nada emosi saat ditemui dikediamannya Selasa (19/2).

Masih dikatakan Warsito dirinya siap dihadapkan dengan yang bersangkutan pemilik tanah apabila diperlukan untuk menuntaskan masalah ini apabila ada yang harus diselesaikan.

“Saya sendiri siap membereskan masalah terkait hibah ini apabila ada kekurangan dan maaf saya karena tidak mengerti ” ucapnya dengan nada rendah setelah diterangkan bahwa perbuatan tersebut mengancam orang itu adalah perbuatan yang keliru.

Lanjut Warsito dalam keterangannya hibah tanah tersebut  yang terletak di mata air pegunungan Tembelang Besi, Banjarejo adalah 7m2 x 35 m2 jadi 245 M2 itu sudah selesai.

Namun ada yang janggal dalam program PAMSIMAS di Banjarejo tersebut karena meminta ijin ke pemilik tanah yang memang masih tanah warisan yang masih belum dipecah tersebut milik lima orang ahli waris mereka tidak mengetahui juga jumlah tanah yang dihibahkan karena salah satu ahli waris mengatakan hanya diminta tanda tangan di kertas kosong buku biasa tetapi diakhir kemudian bisa dikerjakan bermaterai

Diberitakan sebelumnya, Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Yang merupakan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) senilai lebih kurang Rp 365 juta tersebut melalui Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) di Pasar Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu diduga bermasalah karena tanah yang dibangun di tanah ahli waris Tukiman, Tukino, Tukijem,Tukiran dan  Sukirah yang terletak   di Mata air Gunung Tembilang Besi, Sinar Ukir, Pekon Banjarejo tidak memiliki hibah dari yang bersangkutan.

BLM yang bertujuan meningkatkan layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan khususnya masyarakat di desa tertinggal dan masyarakat di pinggir kota, namun pada kenyataannya diduga kuat dijadikan ajang mencari keuntungan oleh segelintir orang tertentu dimana pemilik tanah tersebut menyampaikan dengan gamblang kepada media bahwa tanahnya yang dibangun penampungan air di Gunung Tembelang  sama sekali tidak pernah menghibahkan sama sekali, apalagi menjual kepada siapapun.

“Saya tidak pernah menghibahkan tanah saya tersebut apalagi menjualnya bahkan saya kaget ketika material datang di kebun saya, jadi kalau saya dikatakan memberikan hibah kepada mantan kepala Pekon, PJ Pekon Banjarejo atau ke aparatur Pekon lainnya sama sekali tidak pernah memberikan kepada siapapun” kata Tukino saat ditemui di kediamannya jum’at (14/2).

Masih dikatakan Tukino, kalaupun saya menghibahkan tanah tersebut kami akan musyawarah keluarga terlebih dahulu dan tidak mungkin ditanda tangani sendiri tampa adanya musyawarah dengan anak yang lainnya.

“Kalau saja dihibahkan kami pasti semua ahli waris tanda tangan ini jangankan ahli waris semua tanda tangan dibangunnya saja ditempat tanah tersebut saya tidak tahu menahu,” bebernya.

Lanjut Tukino, dirinya setelah dibangun PAMSIMAS di lokasi tanah miliknya mengaku pernah didatangi mantan kepala pekon (Kakon) Herman, dia datang ke rumahnya Tukiran minta tanda tangan di kertas buku biasa tetapi kata Tukino dia tidak akan menghibahkan tanah tersebut apalagi menjualnya karena kalaupun hibah itu harus semuanya tanda tangan .

“Memang setelah dibangunnya PAMSIMAS  beberapa hari, Herman mantan Kakon Banjarejo  datang ke rumah saya dan minta tanda tangan di kertas buku biasa alasan dia katanya agar jangan ada masalah dikemudian hari, tapi saya bilang saya tidak akan menghibahkan tanah tersebut apalagi menjualnya,” bebernya.

Sementara mantan Kakon Banjarejo Herman awalnya saat dihubungi jum’at (14/2) melalui telpon selulernya mengaku tidak pernah terlibat dalam pembangunan Pamsimas di Banjarejo, namun saat ditanya bahwa dirinya sudah pernah datang ke rumah pemilik tanah yang bernama Tukino, akhirnya Herman mengakui datang ke rumah yang bersangkutan dan meminta tanda tangan dari Tukino di kertas buku kosong dengan alasan minta ijin akan dibangunnya lokasi penampungan air tersebut

“Iya saya datang ke rumah Tukino, adapun tujuan saya datang meminta ijin saja, tetapi saya tidak terlibat apapun dalam pembangunan tersebut itu sebagai penanggung jawabnya PJ. Pekon Banjarejo,” ujarnya.

Bendahara PAMSIMAS Sumarno Jum’at (14/2) saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya  mengatakan bahwa pembangunan PAMSIMAS tersebut sudah memiliki surat hibah dari pemilik tanah yakni Tukiran

“Itu sudah ada hibahnya dari pemilik tanah yakni Tukiran,kalau yang lain belum tanda tangan kami tidak tahu yang jelas sudah ada hibahnya ” terang Sumarno.

Ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat ( KKM ) Pekonnya Banajarejo setempat Wasito sampai saat ini belum bisa dihubungi.

Terpisah PJ. Pekon Banjarejo Sarjudi  saat ditanya terkait pembangunan PAMSIMAS  di pekon Banjarejo yang yang disebut sebut oleh mantan Kakon Herman sebagai penanggung jawab yang diduga bermasalah karena tidak mendapatkan ijin dari  ahli waris apalagi surat hibah serta menurut Bayan Sumarno yang merangkap sebagai bendahara PAMSIMAS sudah ada surat hibah  saat dihubungi melalui ponselnya Jum’at (14/2) beberapa kali tidak mangangkat ponselnya walaupun nada ponselnya dalam keadaan aktif.(Iwan)

 

DIBACA 1.994 kali

Check Also

Rahman Kholid: Fahrizal Jabat Komut Bank Lampung, Tak Ada yang Dilanggar

(pelitaekspres.com)-BANDARLAMPUNG – Praktisi Hukum asal Lampung di Jakarta Rahman Kholid, SH, MH, menegaskan tidak ada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *