Sabtu , Agustus 17 2019
Home / NASIONAL / Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

(pelitaekspres.com)-TERNATE – Angka kekerasan terhadap anak di provinsi Maluku Utara (Malut) terbilang sangat rendah, malah terjadi peningkatan drastis yaitu kasus kekerasan terhadap perempuan.
Berdasarkan data yang dirilis oleh pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) provinsi Maluku Utara (Malut), diketahui pada tahun 2017, tercatat sebanyak 8 kasus kekerasan terhadap anak dan 27 kasus kekerasan terhadap perempuan. Pada tahun 2018, kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat drastis sebanyak 31 kasus dan kasus anak hanya 8 kasus. Sedangkan pada pertengahan tahun 2019 kasus kekerasan terhadap perempuan baru 12 kasus dan kekerasan terhadap anak baru 3 kasus.
Kepada media ini, pengurus P2TP2A Malut yang membidangi bagian pemulangan dan rumah aman, Salma Amin dikantornya di belakang gudang Dolog, Ternate, Selasa (23/7) menuturkan, bahwa kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, baik kasus kekerasan maupun kasus pencabulan sangat rentan terjadi. Sehingga pihaknya lebih intens bekerjasama dengan pihak kepolisisan untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut.
”Untuk itu kami selalu berkoordinasi dengan pihak polres Kabupaten/kota. Untuk kasus kami lebih banyak tangani disini (Ternate, red) kadang-kadang baru kami turun ke lapangan,” kata Bendahara Daurmala ini.
Pihaknya juga mengakui bahwa ada kasus kekerasan anak dan perempuan yang mandek di meja penegak hukum, sehingga pihak korban mengadu ke P2TP2A Malut.
”Saya bicara terkait dengan korban kekerasan anak, ada kasus di Kabupaten tapi pelakunya disini, kadangkala ada yang sudah melapor ke Polres dan pengadilan tapi penanganannya terlambat maka mereka laporkan ke sini,” akunya.
Dia mengungkapkan, kebanyakan kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak serta perempuan dilakukan oleh orang dekat, baik itu keluarga maupun kerabat dekatnya.
”Sangat rawan dalam kasus anak, termasuk kasus pencabulan, kasus  cabul dan kekerasan kan pelakunya orang dekat. Kami terlibat aktif dalam pendampingan korban bersama dengan penyidik ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk selesaikan masalah tersebut,” paparnya.
Pihaknya juga mengingatkan, dalam momentum hari anak nasional (HAN) tepatnya, Selasa 23 Juli 2019 (hari ini) merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran kita dalam rangka melindungi dan mencegat kekerasan terhadap anak.
”Bagi saya anak adalah anugerah, sehingga kita berkewajiban menjaga, melindungi dan mengayomi anak-anak kita dari bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” harapnya. (ais).
DIBACA 6.526 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *