Jumat , Desember 13 2019
Home / NASIONAL / Gubernur Hadiri Launching Layanan Kue Nastar dan Kue Bubur

Gubernur Hadiri Launching Layanan Kue Nastar dan Kue Bubur

(pelitaekspres.com)-SOFIFI – Gubenrnur Maluku Utara (Malut) menghadiri Launching Layanan Kue Nastar (Kunjungan Edukasi Anak Sekolah Tahu Arsip) dan Layanan Kue Bubur (Kunjungan Edukasi Baca Buku Seumur Hidup) di halaman kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), Sofifi, Kamis (10/10).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Malut, KH. Abdul Gani Kasuba, Lc, menjelaskan awal mula terbentuknya perpustakaan sejak pada jaman Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu, baik firman Allah SWT yang ditulis oleh Rasulullah SAW dan hadist yang ditulis oleh para sahabat Rasulullah, kemudian dibukukan menjadi Al Quran dan Al Hadist.

”Saat itu, Rasulullah mendapat wahyu dari Allah SWT, dan Al-Quran di tulis langsung. Sehingga dari situlah sejarah perpustakaan mulai ada,” kata gubernur.

Selain itu, gubernur berharap agar menjadikan perpustakaan sebagai gerbang untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Maluku Utara.

”Perpustakaan yang sebenarnya inti dari sebuah pintu kecerdasan. Saya merasa bahwa perpustakaan ini harus memiliki manajemen yang baik. Insya Allah saya akan menyediakan anggaran buku dan untuk siapa saja berhak untuk datang membaca, baik itu dari mahasiswa maupun masyarakat umum,” pintanya.

Ia juga menekankan, agar tidak menjadikan Dinas Kearsipan dan Perpustakan sebagai tempat penyimpanan buku, namun menjadi tempat berkumpulnya para kaum terpelajar.

”Oleh karena itu, saya berharap agar halaman kantor ini (Disarpus) untuk dijadikan tempat belajar,” harapnya.

Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Malut, Rahwan K. suamba, menjelaskan Layanan Kunjungan Edukasi Anak Sekolah Tahu Arsip (Kue Nastar) dan Kunjungan Edukasi Baca Buku Seumur Hidup (Kue Bubur).

”Awalnya, pada saat merancang “kue nastar” dan “kue bubur” hampir semua orang tidak mengira, masa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kok launching “kue nastar” sama “kue bubur”, kok munculnya kue gitu, tapi sesungguhnya ialah dunia modern dipenuhi dengan akronim. Jadi yang dimaksud dengan layanan “kue nastar” dan “kue bubur” adalah kunjungan edukasi anak sekolah tahu arsip. Kemudian kue bubur yaitu layanan kunjungan edukasi baca buku semua umur,” terangnya.

Disamping itu, ia juga menyampaikan bahwa Disarpus Malut, telah menyimpan ribuan foto arsip baik arsip sejarah, arsip kesultanan, arsip presiden dan arsip para kepala-kepala daerah yang pernah memimpin , baik di Kabupaten/Kota maupun di tingkat Provinsi.

”Selain itu juga kami memiliki tenaga-tenaga yang handal untuk bisa menata arsip arsip yang menjadi penting bagi negara ini. Kami juga di perpustakaan sampai detik ini telah memiliki koleksi buku kurang lebih 6000 buah buku yang ada disemua umur,” jelas mantan Kabag Humas ini.

Ia juga berkeinginan agar, dengan gerakan seperti ini akan memotifasi orang lain datang membaca tanpa dijemput. Dan pihaknya akan melayani dengan baik.

”Kami akan siap untuk melayani, sebab berdasarkan hasil penelitian pada tingkat nasional sesungguhnya anak-anak sekolah sekarang, 6 jam waktunya banyak dipakai untuk main gadget, sementara kita yang di perpustakaan diminta hanya membutuhkan waktu 15 menit saja untuk memegang buku,” tuturnya. (ais).

 

DIBACA 4.513 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *