Rabu , Oktober 16 2019
Home / POLITIK / Gerakan Moral Pilkades Beradab dan Bermartabat 18 Desa Siap Tanpa Politik Uang

Gerakan Moral Pilkades Beradab dan Bermartabat 18 Desa Siap Tanpa Politik Uang

(pelitaekspres.com)-BATANG- Roadshow Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades) serentak yang beradab dan bermartabat oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah  ( Forkopimda ) Kabupaten Batang, selama satu pekan secara maraton di 15 Kecamatan.

Mendapat dukungan dari 18 desa di Kabupaten Batang yang menyatakan siap melaksanakan Pilkades beradab dan bermartabat, tidak itu saja mereka juga siap tanpa politik uang dalam pemilihan nanti. Pelaksanaan Pilkades akan berlangsung 29 September 2019 di 206 desa.

“Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warganya,” kata Bupati Wihaji usai melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019).

Gerakan moral anti money politik di dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawaratan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa.

“Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita, harapanya masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya 4 desa, terus bertambah 5,7, 14 sampai 17 desa,” jelas Wihaji.

Dengan bertambahnya desa yang melaksanakan Pilkades tanpa uang, lanjutnya, ini menunjukan adanya pemahaman dan pendewasan masyarakat dalam berpolitik setelah adanya gerakan moral ini.

Kepala desa bukanlah pejabat politik, akan tetapi proses pemilihanya secara politik yang dipilih langsung oleh rakyat. Dan kalau memang berhasil melaksanakan tanpa money politik akan Akan ada bantuan keuangan desa Rp 100 sampai 200 juta.

“Oleh karena itu, kami harapkan ada kearifan lokal yang harus kita bangun untuk terlepas dari politik uang,” tutur Wihaji

Biaya politik yang tinggi akan merubah niatan baik kepala desa terpilih untuk mengembalikan modalnya, kalau hal ini terjadi rakyat yang akan dirugikan dan tidak mungkin kesejahteraan akan terbangun. Semangat kita bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yaitu rasa memiliki terhadap Kabupaten Batang, maka . . .

. . . gerakan moral pilkades bermartabat dan beradab tanpa money politik harus kita laksanakan dengan baik.

“Sementara baru ada 18 desa yang  siap Pilkades no money politik dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah, kita sambut baik desa yang memiliki niatan yang luar biasa ini dan kami harapkan semuanya desa pilkades tidak dinodai dengan politik transaksional,” kata Wihaji.

Ia juga berharap desa yang akan melaksanakan Pilkades tanpa politik uang harus belajar dengan Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah, yang pada pemilihan sebelumnya tidak ada politik uang dan bisa terlaksana, kalau kemiri barat bisa maka desa lain pun harus bisa. Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga mengatakan, Kami bersama Forkopimda selalu menjaga dan menciptakan kondisi yang aman, tenteram dan damai dalam proses Pilkades, maka kita menggelorakan gerakan moral no money politik, tapi apakah gerakan ini didukung atau tidak kita serahkan kepada masyarakat semuanya.

“Oleh karenanya semangat Forkopimda kita sengkuyung bersama, libatkan semua tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua komponen untuk berkomitmen dan terlibat mengawasi serta menciptakan situasi yang aman, kondusif dan terlaksananya pilkades yang beradab dan bermartabat tanpa money politik,” kata Kapolres.

Kita bukan melakukan pembiyaran terhadap money politik terjadi dalam  Pilkades, tetapi kita berusaha menggelorakan gerakan moral dengan pendekatanya kesadaran masyarakat memilih pemimpin amanah karena  tanggung jawab sebagai warga.

“Salah satu faktor potensi konflik dalam pilkades adalah money politik, kalau  biaya pencalonan sangat mahal. Maka niat awal yang baik untuk mengabdi mensejahterakan desa akan berubah, yang ada bagaimana berusaha untuk mengembalikan modal,” jelasnya.

Semua calon niatnya mengabdi memajukan desa, maka jangan berhenti disitu saja lakukan pendekatan masyarakat dengan cara – cara yang baik untuk meraih kemenangan, jangan sampai ada intimidatif atau provokatif,” pungkasnya.(abd)

 

DIBACA 7.149 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *