Sabtu , Desember 15 2018
Home / PENDIDIKAN / Fakultas Hukum Umitra Sorot Perundang-Undangan Pada Seminar Pahlawan Nasional Lampung

Fakultas Hukum Umitra Sorot Perundang-Undangan Pada Seminar Pahlawan Nasional Lampung

(pelitaekspres.com)-BANDARLAMPUNG-Diseminarkannya usul pahlawan nasional untuk Mr. Gele Harun dan KH. Ahmad Hanafiah oleh Fakultas Hukum Universitas Mitra Indonesia tidak lain adalah dalam rangka memperkuat kajian-kajian sebelumnya yang lebih mengarah pada aspek histori atau sejarah. Ada handicap yang muncul yaitu ketika aspek sejarah harus dientaskan melalui metodologi akademik. Ujar Andi Surya, Ketua Yayasan UMITRA Indonesia.

“Dalam kaitan itu, Fakultas Hukum UMITRA Indonesia melihat ada celah yang mungkin belum dikaji yaitu dengan pendekatan perundang-undangan. Apakah benar usul pahlawan nasional kepada pemerintah harus melalui kajian akademik melalui metodologi sejarah yang rumit itu. Apakah tidak cukup dengan fakta-fakta lapangan baik fisik maupun nonfisik yang melekat semasa hidup tokoh tersebut, katakanlah Mr. Gele Harun dan KH. Ahmad Hanafiah?”. Lanjut Andi Surya.

“Disitulah Fakultas Hukum UMITRA mencoba menggali lebih dalam terkait Undang-Undang No. 20 tahun 2009 tentang Prosedur Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada seseorang melalui seminar yang akan dilakukan pada Jumat 10 Agustus 2018 pukul 13.30 mendatang. Faktanya nama kedua tokoh Lampung ini sudah diabadikan sebagai nama jalan. Selain itu banyak cerita dan naskah yang salah satunya ditulis oleh Buya KH. Arief Mahya, tokoh zuhud NU, yang tentu bisa dipercaya kebenarannya, beliau masih hidup dan bisa dimintai pendapat serta kesaksiannya”. Urai Andi Surya.

“Fakultas Hukum UMITRA Indonesia mengundang Gubernur Lampung, KH. Arief Mahya, Taufik Basari, Andi Desfiandi dan Husni Mubarok sebagai nara sumber dalam kajian seminar ini. Kita wajib memberi penghargaan yang tepat kepada tokoh yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk Lampung, karena dengan semangat dan perjuangan merekalah kita hidup di alam demokrasi seperti ini. Intinya kita tidak boleh lupa sejarah ….”. Tuntas Andi Surya.

DIBACA 4.751 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *