Kamis , Juni 20 2019
Home / HUKUM & KRIMINAL / Dalam Sidang BB Uang Tunai Tidak Dimasukin Dalam Dakwaan

Dalam Sidang BB Uang Tunai Tidak Dimasukin Dalam Dakwaan

(pelitaekspres.com)-INDRAMAYU-Kasus sindikat penyelundupan narkoba di lapas klas II B Indramayu yang melibatkan seorang sipir lapas kini telah melalui proses sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, pada Senin (10/06/2019) kemarin.

Namun ada yang janggal dalam sidang dakwaan ini, karena barang bukti yang disebutkan berbeda dengan konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Indramayu pada tanggal 01 Maret 2019 lalu. Saat konferensi pers, Polres Indramayu menyebutkan telah berhasil menyita 1,5 ons sabu serta uang tunai sejumlah Rp. 86.000.000,- , sedangkan pada  sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Indramayu tidak menyebutkan Barang bukti (BB) sejumlah uang tunai sesuai konferensi pers.

Baik pihak pengadilan maupun kejaksaan negeri Indramayu mengaku tidak tahu menahu perihal BB uang tunai sebesar Rp. 86.000.000,-  karena mereka hanya menerima berkas pelimpahan.

“Kami (PN Indramayu_red) hanya mengolah berkas hasil pelimpahan dari kejaksaan negeri Indramayu, jikapun ada BB berupa uang tunai sejumlah tersebut, pasti akan kami masukkan kedalam register, sekecil apapun bentuknya BB, jika ada dalam berkas pelimpahan pasti akan kami masukkan ke dalam register” ucap Suparno Panitera Barang Bukti Pengadilan Negeri Indramayu ditempat kerjanya pada selasa 11/6/2019.

Sebelumnya, Hal senada juga diungkapkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Indramayu yang bertugas mengolah pelimpahan berkas perkara tahap ke 2 dari polres Indramayu. “Sesuai berkas pelimpahan seperti itu, ya itu saja yang kami kerjakan.” Ungkap Wulan selaku Jaksa Penuntut umum (JPU) usai sidang Dakwaan perkara tersebut pada senin 10/6/2019.

Sementara itu, Andi, salah satu terdakwa membenarkan adanya BB sejumlah uang tunai yang di sita langsung saat polisi menangkap dia dikediamannya, “Uang itu, saya disuruh ambil dari rekening saat penangkapan, tapi saat sidang tadi, uang itu tidak disebutkan.” Cetus dia di jeruji tahanan PN Indramayu usai sidang.

Terpisah, pihak polres Indramayu melalui Kasat Narkoba Akp Deni Rusnandar SH, ketika ingin di temui, melalui aplikasi perpesanan menjawab sedang diluar kota, melalui aplikasi tersebut kasat juga memberi petunjuk untuk menemui bawahannya. “Saya dibandung, bisa Ke KBO saja.” Ungkapnya.

Sesuai petunjuk yang telah diberikan, Iptu Wawan Selaku KBO  Satnarkoba ketika ditemui berdalih bahwa BB uang tunai tersebut sedang disidik TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). “Sesuai perintah kapolres, uang tersebut disidik TPPU, uang masih ada di pak kasat & berkas masih berjalan karena diproses terpisah dengan kasus narkotika.” Katanya.

Di pertanyakan tentang Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), ia beralasan bahwa SPDP belum dikirim ke pihak kejaksaan karena harus melengkapi proses ke Pusat Pelaporan & Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“SPDP belum dikirim karena kami harus melengkapi ke PPATK, lalu harus ada saksi yang menilai apakah kasus ini masuk atau tidak ke TPPU-nya.” Tandasnya.

Selain itu, ia juga berkilah bahwa perkara tersebut dipisah agar terdakwa mendapat 2 kali hukuman. “Kita menunggu putusan kasus narkotika, baru ini (TPPU_red) maju,  kalau digabung nanti keenakan tersangkanya, karena misal disatukan 1 laporan nanti yang diputus ancaman tertinggi, sehingga kasus pencucian uang ini bias, Kalau dipisah, maka hukuman bagi tersangka akan bertambah.” (GTR/TIM)

 

DIBACA 5.630 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *