Senin , September 23 2019
Home / DAERAH / Bupati Lamteng Menghadiri Rakor Kader Pembangunan Manusia

Bupati Lamteng Menghadiri Rakor Kader Pembangunan Manusia

(pelitaekptes.com)-LAMTENG–Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Kader Pembangunan Manusia (KPM)  di gedung sesat Agung Nuwo Balak Gunung Sugih, Sabtu (07/0/2019).
Hadir, dalam Rakor tersebut Bupati Loekman didampingi oleh Kadis Kominfo Drs.Sardjito,  Kadis PMK  Drs Firdaus Roka’in M.M ,  Plt Kadis Kesehatan Edy Sunarko.
Selaku ketua panitai penyelanggara KPM Nunuh Wahyudi mengatakan bahwa KPM sudah dibentuk pada April 2019 di 301 kampung dengan berlatar belakang mayoritas  unsur kader posyandu dan guru PAUD. Tujuan KPM adalah membantu desa dalam pengelolahan layanan setempat, meyediakan layanan Stunting, layanan ini mencakup sektor kesehatan, air bersih, sanatasi, jaminan sosial, pendidikan sekolah dini, untuk ibu hamil, anak anak di bawah umur 2 tahun.
“Tujuan rapat koordinasi kali ini adalah agar menyepakati anggaran usulan pencegahan dan penanganan stunting di Lampung Tengah,” ujar Nunuh.
Sementara itu saat  sambutan nya, Bupati Loekman Djoyosoemarto mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah mendukung penuh gerakan penanganan stunting. Penanganan stunting akan dilakukan sampai level kampung karena sasaran utama adalah Ibu hamil dan balita usia dibawah 2 tahun serta balita.
“Kampung  memiliki peran besar dalam konvergensi layanan pencegahan stunting,maka dari  KPM itu semua unsur yang terkait harus saling bekerjasama dalam pencegahan stunting,” ujar Bupati. Bupati Loekman
Bupati berharap untuk kedepan nya seluruh KPM memiliki pemahaman dan pengembangan Sumber daya manusia (SDM)  terhadap Stunting, serta dapat memberikan sosialisasi dan pemahaman bagi masyarakat di kampung masing-masing.
” Karna Kabupaten Kita termasuk 10 besar daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia kita harus beperan di dalam program dan pendekatan pencegahan dan penanganan stunting secara langsung, dengan landasan lima layanan utama yaitu  Layanan kesehatan ibu dan anak,  layanan konseling ibu terpadu,  layanan perlindungan sosial, pelayanan air bersih dan sanitasi, layanan Paud dan pendidikan penting bagi orang tua,” papar Bupati Loekman
Diakhir sambutannya Bupati merasa malu mengetahui ada sekitar 30% yang mengalami stunting untuk itu sejak di bawah kepimimpinannya bupati langsung memerintahkan dinas kesehatan untuk mendata ulang dan mengatasi  agar tidak bertambahnya warga yang mengalami stunting, bupati Loekman bertekat di tahun 2023 kedepan Lamteng bebas dari stunting.(ari)
DIBACA 7.260 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *