Senin , Januari 21 2019
Home / POLITIK / Bawaslu Ancam Bubarkan Ulang Tahun PDIP di Belu

Bawaslu Ancam Bubarkan Ulang Tahun PDIP di Belu

(pelitaekspres.com) – ATAMBUA – Bawaslu Kabupaten Belu menegur Panitia dan mengancam untuk membubarkan Ulang Tahun PDIP ke-46 di Lapangan Umum Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL pada Kamis (10/1/2019). Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera kepada awak media usai perayaan HUT PDIP.
Dikatakan bahwa dalam HUT PDIP yang diadakan di Kabupaten Belu, sempat ada unsur kampanye di mana ada banyak sekali baliho salah satu Caleg DPR RI Dapil II NTT berinisial HH. Pada baliho tersebut, terdapat juga nomor urut caleg tersebut. Selain itu, ada beberapa relawan yang menggunakan baju bergambar foto HH tersebut.
Karena itu, Bawaslu dengan tegas menegur panitia untuk  menutup nomor urut caleg dan meminta para relawan untuk melepas baju yang bergambar caleg. Bawaslu juga mengancam akan membubarkan acara tersebut, apabila panitia tak mengindahkan apa yang disampaikan oleh Bawaslu.
“Tadi saya sempat menegur panitia karena ada potensi kampanye pada acara HUT PDIP di Kabupaten Belu. Karena itu, saya minta untuk mengikuti saran kami atau acaranya yang akan kami bubarkan,” kata Andreas. “Jadi kami hanya memastikan saja bahwa bukan kampanye,” lanjutnya.
Ketua Panitia HUT PDIP di Kabupaten Belu, Fridus Kali kepada awak media mengakui adanya teguran dari Bawaslu Kabupaten Belu. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan ara simpatisan PDIP itu merupakan sebuah aksi spontanitas.  Karena itu, panitia telah menghimbau kepada seluruh simpatisan agar melepas baju yang bergambar caleg.
“Itu hasil spontanitas saj, kita tidak tahu. Mereka datang dan pakai. Saat masuk lapangan, kita mau usir juga tidak bisa. Baju ini entah mereka dapat dari siapa pun, kami tidak tahu, namanya juga relawan. Intinya, panitia tidak menyediakan baju itu,” ujarnya.
Terkait dengan baliho salah satu HH yang jelas-jelas dipajang pada a cara tersebut, Fridus tak banyak berkomentar. Dirinya hanya  mengatakan bahwa HH adalah salah satu putra terbaik PDIP dari Partai PDIP.
 “Beliau salah satu figur terbaik partai. Baliho yang kami  pajang karena beliau figur terbaik kami,” ujarnya.
Terkait dengan teguran Bawaslu, Panitia mematuhinya. Baginya, apa yang dilakukan Bawaslu sudah benar karena kegiatan yang dilakukan hanya untuk merayakan HUT PDIP, bukan kampanye Partai.
Untuk diketahui, Perayaan HUT PDIP ke-46 berpusat di Jakarta dengan menghadirkan 18 ribu kader partai. PDIP Kabupaten Belu hanya mengirim dua utusan untuk mengikuti acara puncak HUT PD di Jakarta.
Sedangkan, banyak kader partai PDIP dan para simpatisan yang ada di Kabupaten Belu meminta agar HUT PDIP ke-46 ini juga dirayakan di Kabupaten Belu. Karena itu, para pengurus Partai PDIP Kabupaten Belu berinisiatif untuk mengadakan juga di Kabupaten Belu.
Wakil Ketua Panitia, Fransiskus Valdano menuturkan bahwa PDIP merupakan sebuah partai yang lahir dari masyarakat kecil. Jadi dalam perayaan HUT PDIP ke-46 ini, dirinya berharap masyarakat Kabupaten Belu juga ikut merasa memiliki Partai PDIP.
“Kita mau masyarakat juga merasakan bahwa PDIP juga merupakan bagian dari masyarakat Belu. Kita mau masyarakat Belu merasakan itu. Hal ini terbukti degan elektabilitas yang didapat Partai PDIP di Indonesia masih teratas dengan 27,7 persen. Kita berterima kasih kepada Masyarakat Indonesia yang masih memberi kepercayaannya kepada Partai PDIP,” ujarnya.
Valdano berharap, agar Masyarakat Indonesia, khususnya Masyarakat Kabupaten Belu bersama-sama dengan Partai PDIP turut serta membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. (Richi Anyan)
DIBACA 8.273 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *