Kamis , November 22 2018
Home / PENDIDIKAN / Andi Surya: Nisbah Dosen UIN Belum Layak Mengelola 28 Ribu Mahasiswa

Andi Surya: Nisbah Dosen UIN Belum Layak Mengelola 28 Ribu Mahasiswa

(pelitarkspres.com)-BANDARLAMPUNG-Terkait jumlah mahasiswa UIN Lampung yang saat ini mencapai 28 ribu orang dihubungkan dengan rasio dosennya menimbulkan sorotan Senator Lampung, Andi Surya, dan masyarakat PTS Lampung. Nisbah rasio dosen pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sesuai Peraturan Menristekdikti adalah 1:20 untuk eksakta dan 1:30 untuk ilmu sosial.

“UIN Lampung lembaga pendidikan tinggi yang operasionalnya dibiayai oleh negara dan tentu harus kita jaga bersama. Merekrut mahasiswa baru hingga 7 ribu orang dalam tahun ini memiliki konsekwensi terhadap ketersediaan pengajar sesuai peraturan menteri”. Sebut Andi Surya.

Dikatakan pula olehnya, sesuai Peraturan Menristekdikti no. 26/2015 yang diubah menjadi no. 2/2016 tentang Registrasi Tenaga Pendidik Perguruan Tinggi, parameter perhitungan rasio dosen terhadap mahasiswa hanya untuk kategori dosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK). Ada pun ‘Dosen Luar Biasa’ (DLB) sudah tidak dipakai dalam sistem pendidikan tinggi saat ini, yang dikenal adalah dosen yang memiliki NUP (Nomor Urut Pengajar).

“NUP adalah Nomor Urut yang dikeluarkan Kemenristekdikti untuk dosen, instruktur, dan tutor yang tidak memenuhi syarat NIDN dan NIDK. Dosen NUP tidak menjadi parameter nisbah karena dianggap bukan dosen profesional yang memiliki kepangkatan akademik seperti NIDN dan NIDK”. Jelas Andi Surya.

“Dengan data saat ini; 28 ribu mahasiswa, dilayani 350 dosen tetap pns (NIDN) plus 120 dosen tetap non-pns (NIDK) maka perhitungannya; 28.000 mhs dibagi 470 dosen tetap, maka rasionya cuma 1:60. Bandingkan dengan ketentuan negara sebesar 1:30. Ini artinya penyimpangan rasio mencapai 100%. Luar biasa besar penyimpangan ini”. Beber Andi Surya

“Lalu, bagaimana UIN dapat mempertanggung jawabkan kualitas dan kompetensi lulusannya dengan nisbah dosen seperti ini? Saya mengkritisi ini utk mengingatkan bahwa keberadaan PTN adalah dalam rangka memompa kualitas SDM bukan justru mengejar kuantitas mahasiswa semata”. Tutup Andi Surya

DIBACA 3.509 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *