Senin , Juli 16 2018
Home / POLITIK / Nanang Ermanto : Harus Ada Perbaikan Regulasi Penyelenggaraan Pilkada

Nanang Ermanto : Harus Ada Perbaikan Regulasi Penyelenggaraan Pilkada

(pelitaekspres.com) -KALIANDA – Ketua DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Lampung Nanang Ermanto menyatakan harus ada perbaikan regulasi penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia.

Perbaikan ini untuk mempertegas aturan-aturan main (rule of game) pilkada agar tidak mudah disusupi oleh kepentingan-kepentingan korporasi kedalam politik.

Padahal ajang kontestasi pilkada sejatinya merupakan media untuk memperjuangkan dan mensejahterakan rakyat sesuai amanat UUD 1945.

Demikian disampaikan Nanang Ermanto kepada Radar Lamsel saat dimintai tanggapannya mengenai hasil Pilgub Lampung 27 Juni 2018 lalu. “Kalau sekarang ini korporasi masuk dengan leluasa. Merusak tatanan demokrasi, budaya, dan rakyat kita,” ungkap Nanang di Kalianda, Selasa (3/7/2018).

Sekretaris DPC PDIP Lampung Selatan ini menyangkan kontestasi Pilgub Lampung dirusak oleh kepentingan-kepentingan perusahaan tertentu. Padahal jika melihat UUD 1945, kehidupan berbangsa dan bernegara ini dengan demokrasi bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. “Tetapi anda bisa lihat sendiri. Sebenarnya Pilgub Lampung ini sebenarnya buat siapa?,” sindir Nanang.

PDIP Lampung Selatan, kata Nanang, akan bersikap legowo meski kalah dalam Pilgub Lampung. Namun dengan melihat penyelenggaraannya yang sarat pelanggaran dan tidak fair, ia mengaku prihatin.

“Saya benar-benar prihatin melihat apa yang terjadi dalam Pilgub kita. Pemilihan Gubernur ini sejatinya adalah pesta rakyat Lampung. Untuk memilih pemimpin yang pro rakyat. Bukan malah sebaliknya,” ungkap Wakil Bupati Lampung Selatan itu.

Karena itu ia berharap ada perbaikan sistem demokrasi yang dilakukan di negara Indonesia. Sistem dan aturan itu dibuat agar para pengusaha tidak dengan mudah mencabik-cabik demokrasi yang ada di negara ini.

“Perlu diingat. Negara ini ada karena rakyat. Bukan karena korporasi yang mengeruk kekayaan yang semestinya untuk rakyat,” pungkasnya. (red)

DIBACA 3.032 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *