Rabu , Mei 23 2018
Home / DAERAH / BSPS Sebanyak 673 Rumah dari Kementerian PUPR di LEC

BSPS Sebanyak 673 Rumah dari Kementerian PUPR di LEC

(pelitaekspres.com)-LAMTENG — Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 673 rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun 2018 kabupaten Lampung Tengah dipusatkan di LEC kecamatan Seputihbanyak.

Sosialisasi tersebut di Hadir oleh pelaksana tugas ( Plt ) Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, beserta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Lampung Tengah Rudiyanto, berserta unsur Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian PUPR. Rabu (15/5/2018).

Dalam kegiatan sosialisasi Plt. Bupati mengatakan, “sangat berterimakasih atas bantuan stimulan dari penerintah pusat. Karena bantuan tersebut dinilai sangat membantu meringankan beban bagi warga kabupaten Lamteng untuk memiliki rumah layak huni”.

Menurut Plt. Bupati dana stimulan adalah salah satu upaya pemerintah untuk membangkitkan kembali kegiatan bergotong-royong, dan menumbuhkan jiwa sosial.

“Jadi yang mampu membantu kurang mampu, Karena bantuan stimulan hanya Rp15 juta/penerima. Kalau bedah rumah tidak mungkin cukup hanya dengan bantuan tersebut. Oleh karena itu diperlukan gotong-royong masyarakat,” ungkap Plt. Bupati Loekman Djoyosoemarto.

Sambung Plt. Bupati, Mekanisme penyaluran BSPS, dilakukan secara non tunai, yakni melalui transfer ke rekening penerima. Sehingga, tidak ada celah praktik pemotongan dana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam sambutannya kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Lampung Tengah Rudiyanto, menjelaskan, BSPS merupakan salah satu program padat karya yang bertujuan untuk membantu masyarakat tak mampu memiliki tempat tinggal yang lebih layak huni. Rumah yang sebelumnya terbuat dari geribik bambu dibuat lebih permanen dengan material semen dan batu.

“Tahun 2018 Kementerian PUPR memberikan bantuan BSPS sebanyak 673 rumah di Lampung Tengah. Pelaksana kegiatan dari provinsi, kita hanya sebagai penerima program BSPS,” papar Rudiyanto. Dana anggaran untuk 673 rumah  mencapai Rp10 miliar atau sebesar Rp15 juta /penerima bantuan.

Diketahui, Kementerian PUPR terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia. Salah satunya melalui program BSPS atau yang dikenal sebagai bedah rumah. Pada tahun 2018, pelaksanaan BSPS menggunakan skema Padat Karya Tunai (PKT) dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3,2 triliun yang akan menyentuh 180 ribu unit rumah tidak layak huni.

“Bantuan ini bertujuan sebagai stimulan kepada masyarakat untuk perbaikan rumah secara swadaya. Anggarannya cukup besar untuk membantu MBR memiliki rumah layak huni,” kata Menteri  PUPR Basuki Hadimuljono baru-baru ini. Program tersebut juga menjadi pendukung pencapaian target Program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015.

Penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp 15 juta, yang terbagi Rp 12,5 juta untuk belanja bahan dan Rp 2,5 juta untuk upah pekerja. Dana yang diterima umumnya digunakan untuk perbaikan dinding rumah yang semula bilik bambu menjadi batu bata dan perbaikan atap yang rapuh sehingga rawan untuk roboh.

“Tahun ini program BSPS menjadi bagian program padat karya tunai. Perbedaannya, jika tahun lalu dana yang disalurkan seluruhnya untuk pembelian bahan bangunan, sekarang ada alokasi upah pekerja yang berasal dari masyarakat setempat,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid. ( ari )

DIBACA 3.503 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *