Rabu , Mei 23 2018
Home / PENDIDIKAN / Kutuk Serangan di Gereja Surabaya, BPH Bravo 5 Lampung Keluarkan Pernyataan Sikap

Kutuk Serangan di Gereja Surabaya, BPH Bravo 5 Lampung Keluarkan Pernyataan Sikap

(pelitaekspres.com)-BANDAR LAMPUNG — Badan Pengurus Harian Bravo 5 Provinsi Lampung menegaskan rakyat dan negara dilarang kalah dan harus Zero Tolerance untuk terorisme. “Miris, hingga pukul 18.30 WIB, Minggu (13/5/2018), tercatat 11 warga negara Indonesia yang tidak bersalah, meninggal dunia dan 41 korban luka-luka,” kata Ketua Bravo 5 Lampung Dr. H. Andi Desfiandi, S.E., M.A., didampingi Sekretaris M. Endi Hasibuan., MH., MM.
Menurut Andi, serangan teror bom bunuh diri di tiga gereja Kota Surabaya, Jawa Timur menyusul para “anumerta” korban teror Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, beberapa hari lalu. “Merinding rasanya, membaca air muka Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan resmi merespons pergerakan situasi.”

Menurut Andi, tak tampak kebencian di sana. Yang terlihat semata-mata, ketegasan sikap seorang Kepala Negara, Panglima Tertinggi TNI, dan ungkapan dukacita mendalam negara kepada seluruh korban. “Jadi, rakyat tidak boleh takut, negara tidak boleh kalah!”

Membaca dinamika, dengan segenap kerendahan hati, lanjut Andi, Badan Pengurus Harian (BPH) Bravo 5 Provinsi Lampung, sebagai bagian inheren lapisan rakyat Indonesia yang sedikit pun tak rela ideologi, praksisme dan pelaku terorisme dengan leluasa menghilangkan nyawa manusia. “Apalagi, yang jelas nyata-nyata dilarang dalam sudut pandang ajaran agama apapun serta dalam hukum positif negara manapun di muka bumi ini,” kata dia.

Untuk itu, Bravo 5 Lampung membuat menyatakan sikap sebagai berikut;
1. Belasungkawa terdalam kepada seluruh korban meninggal dunia dan luka-luka, ahli musibah, masyarakat Kota Surabaya dan Jawa Timur yang diserang aksi teror, serta seluruh rakyat Indonesia yang turut merasakan sakit atas aksi teror hari ini.
2. Mengutuk keras dan tidak dapat menerima praktik teror pengecut dan biadab dalam serangan bom bunuh diri di tiga gereja Kota Surabaya hari ini! Lawan Terorisme!
3. Mendukung sepenuh tindakan tegas Kepala Negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya agar seluruh instrumen negara: Kemenko Polhukam RI, Kepolisian RI (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) RI, dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI segera melakukan langkah strategis.
Yaitu, dengan kekuatan penuh melalui saluran pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat terlibat aktif di dalam melawan ideologi dan praktik terorisme. Usut tuntas tragedi dan kejahatan kemanusiaan ini!
4. Menyerukan, mengajak, dan menyerukan seluruh rakyat Lampung dan Indonesia, dengan tingkat kewaspadaan lingkungan yang tinggi, mari bergandengan tangan mengatakan tidak pada terorisme, lawan teror, kami tidak takut, dan tumpas habis jaringan terorisme di Indonesia sampai ke akar-akarnya!
5. Mendesak pemerintah dan DPR segera mempercepat proses legislasi pengesahan Revisi UU Anti terorisme sebagai payung hukum konstitusional tindakan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme sebagai salah satu extra-ordinary crime, namun tetap dengan penuh cermat, pruden, dan sarat kehati-hatian.
6. Presiden apabila diperlukan agar menerbitkan PERPU Anti Terorisme apabila revisi RUU Anti Terorisme masih lamban disyahkannya oleh DPR, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian, cermat dan tegas. Agar tidak ada celah untuk pihak-pihak atau kelompok yang mengambil kesempatan untuk mendiskreditkan pemerintah ataupun agama tertentu apalagi menjelang Pemilu tahun depan.
7. Aksi teror dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia dan diseluruh muka bumi bukanlah atas nama Agama apapun, karena tidak ada satupun agama didunia yang mengajarkan membunuh sesama manusia dengan alasan apapun.
Hal ini, agar tidak menimbulkan preseden mispersepsi publik, tidak dipolitisasi kelompok/golongan tertentu yang ingin mengail di air keruh dan mencegah tekanan internasional sebagai bagian upaya penegakan hukum.

Selain itu, menjaga kewibawaan negara, dan kedaulatan negara-bangsa yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, ber-Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan/Perwakilan, dan ber-Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Apalagi, salah satu tujuan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Melawan Terorisme adalah perintah konstitusi.” (**)

DIBACA 3.000 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *