Senin , Juli 23 2018
Home / DAERAH / Harapan si Gadis Yatim Piatu

Harapan si Gadis Yatim Piatu

(pelitaekspres.com)- TANGGAMUS – Laila Titik Wahyuni (14), pelajar kelas 9 SMPN Negeri 2 Ulu Belu Tanggamus selama 7 bulan terakhir diduga menderita tumor tulang pada kaki kirinya. Gadis mungil yang biasanya semangat dan ceria, saat ini harus terbaring lemah diperaduannya dengan merasakan sakit yang luar biasa.

Sedihnya lagi, bungsu dari 5 bersaudara, tersebut telah lama menjadi yatim piatu, sehingga dirawat pamannya, Misran (50) yang hanya bekerja sebagai petani.

Awal dia sakit, menurut penuturan Laila, sekitar bulan September 2017 dia pertama kali jatuh tertimpa sepeda motor diparkiran, waktu akan pulang sekolah.
“Waktu itu dibawa ke tabib, namun hanya sedikit bengkak sehingga saya masih dapat berjalan dan berangkat sekolah,” tutur Laila, Minggu (15/4/18) sore dirumah pamannya.

Namun aral memang tidak dapat ditebak, walaupun Laila tidak lagi membawa sepeda motor dan hanya menumpang temannya ke sekolah, sebulan kemudian sepeda motor yang ditumpanginya menuju sekolah mengalami tabrakan, “Saat tabrakan ada yang bunyi, aku kira suara besi motor ternyata kakiku yang bersuara tapi tidak terasa sakit, dan hingga saat ini semakin membengkak, ” ucapnya polos.

Selang 3 minggu dari kecelakaan tabrakan imbuhnya, waktu bangun tidur terlihat benjolan sebesar telur, namun ia tidak terlalu perduli dan tetap sekolah dengan berjalan kaki mengingat tidak ada yang mengantarkan dan trauma jika membawa sepeda motor sendirian. Kemudian setelah berganti-ganti tukang urut, awal Februari perlahan mulai membesar puncaknya awal April menjadi sebesar kepala bayi. Dengan kondisi saat ini, akhirnya Laila jika melaksanakan aktifitas harus menggunakan tongkat, baik saat ke kamar mandi maupun berpindah tempat.

“Yang saya rasakan saat ini, kaki terasa linu, panas dan sakit. Untuk jari kaki sendiri sedikit bisa bergerak namun terasa kesemutan,” lirihnya.

Karena terkendala biaya pengobatan hingga akhirnya, Laila hanya bisa berobat kepada pengobatan alternatif, “pengobatan hanya ke alternatif ke beberapa tabib, belum pernah ke medis karena kendala biaya,” ujarnya.

Ada sedikit harapan baik, saat Laila berobat kepada tabib di Pulau Panggung karena berdasarkan hasil pemeriksaan, dikatakan tabib tersebut hanya tulang yang terkendala. “Jadi kata tabibnya, tulang sambungannya agak renggang dan di dalam tulang sudah kemasukan darah. Saya disarankan untuk perobatan secara medis untuk disedot darah bekunya,” tegasnya.

Kesempatan itu, Laila berharap kedepannya dia bisa sembuh dan berjalan normal sehingga dapat melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. “setelah saya sembuh, saya ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, sehingga dapat berguna,” ucapnya lagi.

Atas kedatangan tim dan bantuan semua pihak selama ini, Laila didampingi pamannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. “Kami ucapkan terima kasih kepada kepala pekon, kepala sekolah, guru, teman-teman, tetangga dan saudara yang telah banyak membantu keluarga kami. Bahkan kemarin waktu di tabib Pulau Panggung ada Kapolsek pak Budi Harto memberikan bantuan dan motifasi ke saya, semoga semua dilancarkan,” ungkapnya.

Lantas terkait ujian sekolah yang akan dihadapi Laila, beruntung Kepala Sekolah SMPN 2 Ulu Belu merupakan warga setempat sehingga dapat hadir bersama tim dirumah yang ditempati Laila.

Kepala SMPN 2 Ulu Belu, Hernawati, S.Pd. menjelaskan bahwa besok, Senin (16/4) jadwal USBN mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, maka pihak sekolah akan mengirimkan guru pendamping guna mengantarkan dan mengawasi Laila mengisi soal ujian. “Pihak sekolah mewakilkan langsung di rumah Laila, guna melaksanakan ujian,” jelasnya.

Sambungnya, sementara untuk jadwal ujian lainnya yaitu pada tanggal 23 – 26 April 2018. Pihak sekolah terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan karena kemungkinan Laila akan segera dirawat. “Kami akan koordinasi dengan dinas pendidikan Tanggamus terkait kondisi Laila, bagaimana arahannya kita ikut, karena besok rencananya Laila akan dibawa ke RSUAM Bandar Lampung,” tegasnya.

Sementara Kepala Pekon Gunung Sari Kuswanto diwawancarai di kediamannya, meminta maaf karena tidak mendampingi tim karena sedang ada keperluan keluarga. Dia membenarkan bahwa Laila merupakan warganya dan gadis tersebut merupakan yatim piatu saat ini dirawat oleh pamannya di dusun Gunungsari I.

“Ayah ibunya sudah meninggal. Laila merupakan bungsu dari 5 bersaudara, yang saya tahu, saat berumur seminggu Laila sudah diasuh bibinya, karena ibunya sakit-sakitan. Nah saat umur Laila 1 tahun ibunya meninggal, lantas pada saat Laila kelas 5 SD, ayahnya menyusul meninggal, kemudian kelas 6 SD bibinya yang merawat juga meninggal,” kata Kakon Kuswanto.

Lanjutnya, atas musibah Laila, beberapa upaya yang dilakukan pihaknya dengan berkoordinasi dengan unsur kecamatan dan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus di Pekon Gunung Sari Bripka Manurung. “Bahkan, rencananya, besok Senin (16/4) setelah ujian sekolah, bersama relawan dari Bandar Lampung, Laila akan dibawa ke RSUAM guna pemeriksaan kakinya sehingga diketahui penyakit yang dideritanya,” tandasnya. (Iyan)

DIBACA 30 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *